top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·

Saya IRT... Qodarullah setelah menikah saya mengetahui ternyata pasangan saya dulu berpacaran dan sampai HB, beliau melakukan itu berkali kali berganti ganti hotel.. masalahnya saat ini setiap kali saya mendengar kata hotel atau ada berita ttg HB diluar nikah rasanya sesak.. mohon bantuannya untuk melupakan hal tsb


Pertanyaan oleh ****imah_azz****_753

Jawaban:

Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


Bismillah, terimakasih telah menghubungi kami melalui QalbooApp.


MasyaAllah, Terimakasih kak telah bertahan sejauh ini dan tetap berusaha menjadi istri dan ibu yang baik. Atas sikap sabar yang selama ini telah diupayakan, pastilah Allah melihatnya dan insyaAllah, kita berharap, Allah siapkan hadiah terbaik bagi kakak di dunia maupun di akhirat.


Apabila pertanyaannya adalah untuk melupakan, maka memang menjadi sangat wajar sekali jika hal ini sangatlah sulit untuk dilupakan, bahkan sangat menyakitkan mendapatkan kenyataan demikian. Inilah yang menyebabkan muncul reaksi fisik seperti rasa sesak di dada, mungkin diikuti nafas menjadi berat, dan bisa saja ada gejala fisik lainnya yang kakak rasakan, ketika bersinggungan dengan segala sesuatu yang mengingatkan kakak dengan kejadian tersebut.


Beberapa hal yang dapat kakak lakukan:


1. Mengadukan ini semua kepada Allah SWT ke dalam doa, kakak bisa mencurahkan beban emosi, rasa terluka, kecewa dan sakit hati kepada Allah. Kakak juga membiasakan rutin mengisi fitur Moodtracker untuk membantu kakak melepaskan/ mengeluarkan muatan emosi tersebut, sehingga harapannya kakak bisa merasa lebih lega dan ringan, meski tidak langsung 100% menghilangkannya sekaligus. insyaAllah, akan membantu


2. Perbuatan buruk suami akan suami pertanggungjawabkan di hadapan Allah, dan tidak menjadi dosa kakak sebagai seorang istri. Jika memungkinkan, saya anjurkan untuk mengkomunikasikan masalah ini dengan suami, karena hal ini tentu berdampak pada kualitas keharmonisan hubungan rumah tangga, dan bisa saja menghilangkan keberkahan dalam rumah tangga. tapi jika dirasa belum memungkinkan, saya anjurkan untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan hati dengan menjaga pola makan,pola istirahat, olahraga, bersosialisasi dengan lingkungan pengajian, dengan lingkungan RT yang baik, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. MasyaAllah, doa istri yang sholehah insyaAllah menjadi doa yang ijabah, kakak bisa mendoakan suami kakak untuk kembali ke jalan yang benar, meninggalkan perbuatan yang demikian, dan berdoa supaya anak-anak kakak selalu dalam lingungan Allah, dan selalu memohon petunjuk, kekuatan dan kelapangan hati untuk diri kakak.


3. Apabila dirasa gejala fisik yang dirasakan semakin kuat, sesak nafas, tidak bisa tidur, semakin sensitif menjadi mudah marah, dan merasa sangat sedih, saya anjurkan mengambil sesi konselig dengan psikolog dan konselor muslim Qalboo ya kak, semoga menjadi jalan ikhtiyar kakak jika merasa perlu bantuan lebih lanjut. Ikut mendoakan yang terbaik bagi rumah tangga kakak, semoga kakak selalu dalam penjagaan, pemeliharaan dan kasih sayang Allah SWT. semoga membantu, salam hangat.

Pertama kali diunggah pada 2023-06-14T12:04:13.868Z

View Edits
Like

Bgmn ya ketika tdk bekerja dan keadaan sdg sulit ekonomi sdgkn klg tdk mendukung kondisi ini. Berat sekali rasanya. Apalagi pasangan sering sekali menyalahkan. Sy berat bgt rasanya menghadapi hidup ini. Blm lg orgluar berkomentar negatif. Belum lagi suami tdk bs diajak saling pengertian. Berat rasanya. Harus bgmn ini? Sy ga mau sampai stress 😥


Pertanyaan oleh Ummu Al Jau****

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak.. Terima kasih telah bersedia berbagi bersama kami ya kak..

MasyaAllah.. laa quwwata illa billah.. Berat sekali ya kak rasanya, saat semua sisi terasa bertubi-tubi secara bersamaan menekan kondisi kita yg sedang tidak baik-baik saja.. Semoga melalui ujian kali ini, Allah naikan derajat kakak dan keluarga ya, dan semoga dg melalui fase bertumbuh kali ini semakin menguatkan dan membuat keluarga kakak semakin kompak menjadi sebuah tim ya kak, biidznillah.. Semoga Allah mudahkan kita melalui setiap proses bertumbuh ya kak..


Semakin terasa menantang ketika kita sedang menghadapi suatu masalah, namun orang-orang terdekat tidak nampak memberikan dukungan yg kita harapkan ya kak.. Diantara keluarga yg tidak mendukung, bisa kita coba amati lebih baik ya kak untuk temukan cukup salah satu saja kerabat yg paling tidak, dapat menjadi tempat aman berbagi dan berkeluh kesah. Kerabat yg sepertinya bisa kita ajak ngobrol dan memahami kondisi kita. Satu kerabat saja ini kak, dapat cukup menguatkan bahwa kakak tidak berjuang sendiri dan dapat pula menjadi pengingat saat kakak merasa perlu dikuatkan.


Selain kerabat, anggota tim paling berperan dalam membersamai kakak menghadapi tantangan keluarga kali ini ialah suami ya kak.. Biar bagaimanapun kakak dan suami ialah satu tim yg telah Allah satukan dalam sebuah ikatan pernikahan, dan kini sedang menghadapi tantangan bersama untuk keluarga kakak. Satu tim terdiri lebih dari satu orang memang menantang ya kak, berbeda orang pasti memiliki perbedaan sikap dan sudut pandang dalam menghadapi masalah. Kerja tim ialah menyatukan perbedaan tersebut agar bersama-sama dapat menghadapi tantangan yg sdg dihadapi. Salah satu cara menyatukan kerja sama dalam tim ialah melalui komunikasi ya kak.. Oleh karena itu, perlahan mulai dibangun lagi ya kak komunikasi yg lebih sehat dg suami. Hal ini dapat dimulai dg mengamati lagi ritme kapan kondisi suami saat tenang, kapan saat kita bisa menyampaikan dg tenang pula, sehingga kita mulai paham kapan bisa memulai obrolan yg serius namun santai berkaitan dg permasalahan yg sedang dihadapi keluarga.


Bisa jd suami juga hanya perlu dukungan selama menghadapi permasalahan yg muncul dg mencari tempat untuk berkeluh kesah, menyampaikan apa yg dirasakan atas kondisi keluarga yg sedang dihadapi, namun ketika kita terima jd terasa seolah menyalahkan ya kak.. Oleh karena itu, kita perlu belajar dan mengusahakan pola komunikasi yg lebih sehat ya kak, untuk menyampaikan apa yg sebenarnya sedang kita rasakan, bantuan apa yg sebenarnya sdg dibutuhkan, dan harapan kedepannya mengenai sikap satu sama lain. salah satu teknik komunikasi positif yg dapat kita usahakan ialah melalui i-messege ya kak.. Teknik ini dapat dimulai dg kakak menyampaikan terlebih dahulu kepada suami, apa yg sebenarnya kakak rasakan saat situasi tertentu, dalam hal ini misalnya ketika kakak merasa disalahkan, kemudian sampaikan pula apa yg menjadi harapan kakak kedepannya agar dalam menghadapi permasalahan keluarga bersama suami lebih kompak.


Misalnya "Aku merasa disalahkan ketika kamu berkeluh kesah dg kondisi yg sedang dihadapi keluarga kita, aku harap kita bisa saling menguatkan dalam kondisi ini" atau boleh kakak sebutkan sikap suami yg diharapkan atau solusi lainnya yg mungkin membantu ya kak. Tentu saja dalam penyampaiannya kita perlu hati-hati ya kak, perlu memahami betul kondisi kita apakah sedang memungkinkan untuk menyampaikan dg santun, dan kondisi suami apakah sedang memungkinkan untuk kita ajak bicara dg baik. Tujuan komunikasi yg dilakukan untuk membangun kerjasama yg lebih baik ya kak, apa yg sebenarnya keluarga kakak sedang hadapi, dan peran dari masing-masing seperti apa yg terbaik yg dapat dilakukan untuk keluarga bertahan melalui ujian kali ini. Sehingga harapannya kakak dan suami dapat pula mendiskusikan jalan tengah terbaik untuk kondisi yg saat ini tengah menimpa rumah tangga kakak berdua.


Berkaitan dg komentar negatif dr orang luar ini memang sangat menantang ya kak.. Terkadang bukannya membangun dan membantu kondisi kita menjadi lebih baik, tapi malah semakin menurunkan semangat kita yg sedang tertatih untuk berjuang dan bertahan ya kak.. Menyadari dan menerima bahwa kondisi kita saat ini sudah cukup menantang, maka kita boleh menyeleksi hal-hal yg sekiranya tidak membantu perjuangan kita, tapi justru semakin memberatkan langkah kita ya kak. Salah satunya ialah cara kita menyikapi komentar orang luar.


Biar bagaimanapun mereka hanya melihat dari luar ya kak, mungkin ada satu dua hal baik yg bisa kita gunakan untuk membantu kita menghadapi situasi saat ini, maka hal-hal baik yg menguatkan, atau koreksi yg mungkin dapat kita usahakan boleh saja kita ambil, namun jika sekiranya justru malah hanya memperburuk keadaan dan suasana hati kita yg sedang berjuang dan bertahan dg baik selama ini, boleh jadi komentar-komentar tersebut sebaiknya tidak perlu kita hiraukan ya kak.. Karena pada akhirnya yg menjalani dan yg merasakan sebenarnya adalah diri kita.


Selanjutnya terkait dg stress memang kondisi yg sangat tidak nyaman ya kak, namun pada porsi tertentu stress juga memiliki dampak baik untuk diri kita. Stress dapat menjadi alarm bahwa kini kita perlu bertumbuh, bahwa pada kondisi ini kita perlu bergerak melakukan sesuatu. stress pada porsi yg wajar dibutuhkan untuk kita ya kak, yg menjadi catatan bukan tentang ada atau tidaknya stress, namun kemampuan kita mengelola saat stress tersebut datang.


Mungkin kondisi tidak nyaman yg saat ini sedang kakak hadapi, bisa menjadi kesempatan yg Allah berkahkan untuk kakak guna melatih, mengembangkan kemampuan megelola stress yg kakak miliki. Tentu agar kita dapat berlatih mengelola stress, kita perlu belajar menerima dan menghadapi stress itu sendiri ya kak.. Sehingga situasi saat ini pun boleh kita syukuri dan kita pandang sebagai keberkahan kasih sayang Allah ya kak.. Alhamdulillah 'ala kulli khal.. segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan..


Kemampuan mengelola stress ada yg sehat ada pula yg kurang adaptif ya kak.. Mungkin pada kesempatan kali ini kita sedang diminta untuk mengenali lagi kemampuan yg selama ini kita miliki apakah sudah sehat atau belum. Salah satu pola yg sehat dalam menghadapi stress atau kondisi yg menekan ialah dg sadar ya kak, Sadar kondisi diri kita, sadar atau peka dg kondisi orang-orang di sekitar kita, dan sadar atau peka dg situasi yg sdg kita hadapi. Dari cerita kakak saya amati kakak telah memiliki langkah pertama ini yaitu menyadari bahwa kondisi diri sedang tidak baik-baik saja, dan situasi yg dihadapi sdg ada kesulitan.


Langkah selanjutnya ialah dg menerima ya kak. Mengakui dan menerima bahwa kondisi yg perlu dihadapi kakak dan keluarga memang sdg susah dan berat, sehingga tak mengapa jika saat ini kakak merasa tertekan, atau mungkin suami sdg menjadi lebih sensitif, sehingga responnya tidak seperti yg diharapkan, seperti sulit untuk saling pengertian atau cenderung menyalahkan. Setelah menyadari, mengakui, dan menerima, langkah selanjutnya ialah melepaskan ya kak.. Melepaskan dalam hal ini kita berserah, menyerahkan diri kita yg lemah, mempasrahkan situasi yg begitu berat kepada Allah.. Menyadari posisi kita sebagai hamba, dan Allah sbg pencipta Yang Maha Agung, sekaligus memohon pertolongan Allah. Bersamaan dg usaha kita memohon pertolongan Allah, maka kita menggenapkan ikhtiar dg mengusahakan, kira-kira hal baik apa yg saat ini, di sini bisa kita lakukan ya kak..


Jika kakak merasa terlalu berat menjalani sendiri dan sekiranya memerlukan bantuan atau pendampingan profesional, kakak boleh membuka diri untuk mencari bantuan profesional ya kak, seperti misalnya berkonsultasi dg psikolog atau konselor. Semoga Allah mampukan dan kuatkan kita melalui setiap jatah bertumbuh dg fase yg saat ini perlu kita hadapi ya kak.. Barakallahu fiik.. Semoga membantu dan Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-06-13T10:46:33.544Z

Like

Bismillah, saya IRT. Saya memiliki trauma karena pernah dikhianati saat saya hamil dan pernikahan baru menginjak 5bln. Sampai saat ini pernikahan berjalan 3th saya masih sering was was. Qodarullah saya dpti fakta jika pasangan saya memanipulasi keadaan. Beliau berbohong ttg pekerjaannya, gelar akademis nya, finasialnya dll orang lain akan menganggap beliau sangat luarbiasa hebat nya. Saya mencoba berlapang dada. Qodarullah setiap ada kejadian yg memicu trauma saya. Rasanya memiliki pasangan seperti beliau sangatlah berat.. mohon jwbnnya agar saya bisa sembuh dari trauma ini Jazaakilahu khairan


Pertanyaan oleh *****mah_azz****_753

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak.. Terima kasih telah bersedia dan percaya untuk berbagi bersama kami.. MasyaAllah.. Laa quwwata illa billah.. Tak terbayang beratnya ujian yg sdg kakak lalui.. semoga Allah naikkan derajat kakak atas setiap kesabaran yg kakak usahakan dalam melalui setiap ujian yg tengah kakak jalani..


Berat sekali rasanya ya kak, saat dulu pernah mengalami hal yg menyakitkan dan sampai sekarang masih terus bertahan.. Semoga Allah mudahkan setiap perjuangan yg sdg kakak usahakan ya kak.. Jika memang terasa sangat mengganggu kak, kakak boleh membuka diri untuk mendapatkan bantuan profesional seperti konsultasi dg psikolog atau konselor, Dengan niatan untuk tidak membuka aib, namun justru untuk menggenapkan ikhtiar terbaik yg bisa kita lakukan dalam menjalani peran yg Allah berkahkan untuk kita..


Selagi kakak menimbang, pertolongan pertama psikologis yg dapat dilakukan ialah dg relaksasi napas dalam. Tujuan latihan ini untuk membantu kakak merasa aman baik secara fisik dan terutama secara psikologis. Latihan menyadari ini dapat membantu ketika kita lakukan secara rutin ya kak, dapat dilakukan ketika pagi, sore, maupun malam saat menjelang tidur, atau kapanpun ketika kakak merasa terpicu, selama kakak dapat melakukannya secara aman tanpa ada gangguan, kurang lebih selama 3-5 menit. Latihan ini dapat kakak lakukan dg mengambil posisi duduk yg nyaman dan punggung tegak. Kakak dapat melakukannya dg duduk di kursi dan kaki menapak di lantai, atau duduk bersila, atau dg meluruskan kaki ya kak.


Perlahan letakkan tangan kiri di perut dan tangan kanan di dada ya kak, secara perlahan ambil napas dalam melalui hidung selama hitungan 1-4, tahan sejenak pada hitungan 5-6, dan keluarkan melalui mulut sambil membentuk kata "HA" selama hitungan 7-10, bisa diulangi sekali lagi tarik napas dalam, namun saat mengeluarkan napas melalui mulut sambil membentuk kata "Huu" atau seperti meniup. Latihan ini bisa kakak ulang 2-3 kali penarikan napas dalam kemudian dilanjutkan dg menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Selama latihan rasakan gerakan naik turun dg tangan kiri ya kak, jika demikian maka kakak telah berhasil melakukan napas perut.


Lakukan latihan ini selama beberapa saat dg penuh kesadaran hingga tubuh dan perasaan kakak terasa lebih tenang ya kak. Pada latihan ini kita juga dapat belajar untuk hadir sebagai teman terbaik yg memahami dan menemani diri kita dg sikap penuh kasih sayang dan pengertian. Kita hadir menjadi teman baik bagi diri kita, sambil menunjukkan perhatian kita dg penuh kasih sayang, dan perlahan tanyakan apa yg saat ini sebenarnya diri sedang rasakan? Apa yg sebenarnya saat ini sedang sangat diri butuhkan? Luangkan waktu untuk merasakan, mendengarkan, dan memahami apa yg sebenarnya ingin diri dengar untuk kakak. Pada latihan ini pun kakak juga dapat menunjukkan perhatian dan kasih sayang kakak pada diri sendiri dg cara perlahan ucapkan kepada diri, Maaf ya diri, kamu harus melalui semua ini, Diriku aku memaafkanmu.. Terima kasih telah bertahan sejauh ini, Aku sungguh menyayangimu, diriku. Diri, mari kita melanjutkan perjalanan kita.. Latihan ini bertujuan untuk menguatkan diri kakak yg telah bertahan meskipun pernah mengalami hal yg menyakitkan.


Ketika kondisi kakak sudah lebih tenang, dan apabila kondisi suami memungkinkan untuk ngobrol dari hati ke hati, maka perlahan secara bertahap bangun komunikasi yg sehat dg suami ya kak, Salah satu teknik membangun komunikasi positif dg menggunakan i-messege. Kakak dapat menyampaikan terlebih dahulu kepada suami, apa yg sebenarnya kakak rasakan saat situasi tertentu, dalam hal ini misalnya ketika kakak merasa terpicu, kemudian sampaikan pula apa yg menjadi harapan kakak kedepannya agar dalam berinteraksi dg suami terasa lebih nyaman. Misalnya "Aku sebenarnya khawatir dan merasa cemas ketika kamu berinteraksi intens dg teman kerja perempuan, aku harap kita bisa menyepakati batasan-batasan interaksi yg aman bagi kita" atau boleh kakak sebutkan sikap suami yg diharapkan atau solusi lainnya yg mungkin membantu ya kak. Tentu saja dalam penyampaiannya kita perlu hati-hati ya kak, perlu memahami betul kondisi kita apakah sedang memungkinkan untuk menyampaikan dg santun, dan kondisi suami apakah sedang memungkinkan untuk kita ajak bicara dg baik. Tujuan komunikasi yg dilakukan untuk konfirmasi ya kak, apakah informasi yg kakak terima selama ini benar atau hanya sebatas prasangka, kemudian harapannya kakak dan suami dapat pula mendiskusikan jalan tengah terbaik untuk kondisi yg saat ini tengah menimpa rumah tangga kakak berdua.


Terlepas dari ikhtiar yg kita usahakan, hal utama yg perlu kita lakuka ialah senantiasa untuk memohon pertolongan dan kekuatan dari Yang Maha Kuasa ya kak.. Semoga limpahan kasih sayang Allah dapat melembutkan hati kita dalam menjalani setiap proses bertumbuh yg tengah Allah berikan untuk kita hadapi saat ini.. Semoga lekas bertemu jalan terbaik ya kak.. Barakallahu fiik.. Semoga membantu dan Salam Hangat..


Pertama kali diunggah pada 2023-06-07T14:13:32.018Z

Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Dasar kamu udah rusak !!, Dasar kamu ga bisa mengelola keuangan!!

Padahal tuduhan itu semua tidak benar. Karena saya setiap hari aktifitasnya mengurus anak (anak saya 4, yg 2masih dibawah 6 THN dan 1 bayi) mengerjakan semua kerjaan rumah,(ga ada art n suami pun ga pernah bantu kerjaan rumah ataupun ngurus anak)


Saya merasa kl hubungan suami istri ini udah ga sehat.karena dia sulit sekali diajak diskusi.ketika kita komunikasi pas ada masalah dan menyalahkan saya.saya merasa lelah dan tertekan setiap hari disalahkan dan dibentak bentak terus.apa yang harus saya lakukan?


Pertanyaan oleh a***l*a_s**b**ur_97

Jawaban:


Dijawab oleh Nafisah, M.Psi., Psikolog


Bismillahirrahmanirrahim


assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih sudah bertanya menggunakan Qalboo QnA. saya izin menjawab dan menanggapi pertanyaan dari kakak.


mendengar cerita kakak saya merasa pernikahan kakak dan suami kakak banyak memberikan tekanan kepada kakak. selain suami kakak tidak membantu kakak dalam mengurus rumah tangga dan membesarkan anak, suami kakak juga menyalahkan kakak dan mengatkan hal-hal yang buruk kepada kakak dan membentak-bentak kakak. selain itu suami kakak sulit diajak berbicara dan berkomunikasi. tentu saja hal ini membuat kakak merasa tertekan dan lelah dengan situasi dan kondisi kakak saat ini.


saran yang bisa saya berikan kepada kakak adalah, kakak bisa mencoba bantuan dari pihak ketiga untuk membantu kakak memberikan nasihat kepada suami kakak. sebaiknya pihak ketiga ini merupakan ibu mertua kakak, namun jika ibu mertua kakak kurang bisa membantu kakak bisa meminta bantuan dari anggota keluarga yang lebih tua seperti paman atau bibi dari pihak suami kakak. kakak juga bisa meminta bantuan dari pihak keluarga kakak seperti orangtua kakak. diharapkan suami kakak lebih mendengarkan nasihat jika nasihat ini datang dari orang yang lebih senior darinya, dan suami kakak bisa mengubah sikap dan perilakunya terhadap kakak.


selain itu jika bisa saya merokemendasikan kakak dan suami kakak untuk melakukan konseling pernikahan. Konseling pernikahan ini bertujuan untuk membantu pasangan mengenali dan menyelesaikan konflik dalam rumah tangga serta meningkatkan hubungan mereka. Melalui konseling pernikahan, pasangan dapat menemukan solusi untuk membangun kembali hubungan yang harmonis maupun justru memutuskan untuk berpisah. semoga melalu konseling pernikahan ini kakak dan suami kakak bisa menyelesaikan permasalahn-permasalahan yang ada di rumah tangga kakak sehingga kakak tidak lagi merasa tertekan dan lelah dengan situasi rumah tangga kakak saat ini.


sekian jawaban dan tanggapan dari saya, semoga jawaban dan tanggapan yang saya berikan bisa membantu kakak dalam menghdapi permasalahan kakak saat ini. jazakallah khairan


Pertama diunggah pada 2023-11-19T21:03:31.626Z

View Edits
Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Bgmna cara memperbaiki pernikahan yg sudah ditahap KDRT ? Mediasi dgn org tua, sepertinya tdk mendapat respon . Mrk hanya mau kita baik2, saling memaafkan , mrk tdk mau mendengar apa yg menjadi permasalahan kita.


Pasangan tdk mau konseling pernikahan . Sy prnh konsul di Qalboo dgn jawaban pasangan yg abusive manipulatif dlm bentuk victim blaming.


Dan ternyata pasangan sy semakin marah, dan tdk memperbolehkan untuk brtanya di Qalboo lg.


Jawaban:


Dijawab oleh Nafisah, M.Psi., Psikolog


Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih seudah bertanya menggunakan Qalboo QnA. saya izin menjawab dan menanggapi pertanyaan dari kakak.


subhanallah, seperinya kondisi kakak sudah sangat berat. selain suami kakak melakukan KDRT , kakak juga tidak mendapatkan dukungan dari keluarga kakak. selain itu suami kakak juga sudah berani memukul kakak di depan keluarganya. jika suami kakak sudah berani melakukan hal ini kira-kira bagaimana kedepannya? bisa jadi suami kakak akan menjadi semakin berani dan memukul kakak langsung tanpa memikirkan siapa yang melihatnya.


sebenarnya semua pernikahan itu bisa diperbaiki asalakan suami dan istri tersebut berkomitmen untuk memperbaiki pernikahan mereka. berdasarkan cerita kakak saya tidak melihat komitmen suami kakak untuk memperbaiki pernikahan. yang saya lihat justru kelakuan suami kakak yang semakin memburuk (memukul kakak di depan kel;uarganya). saya khawatir jika terus dibiarkan, keselamatan nyawa kakak akan terancam, karena bisa jadi di kedepannya suami kakak akan menjadi semakin kasar dan semakin parah dalam KDRT-nya terhadap kakak. jika demikian bagaimana nasib dari anak-anak kakak? apakah bagaimana jika kedepannya suami kakak mulai melakukan kekerasan terhadap anak-anak kakak?


saya merasa demi keselamatan diri kakak dan anak-anak kakak, kakak sebaiknya melaporkan suami kakak kepada pihak yang berwajib seperti komnas perempuan dan anak atau kepada polisi. kakak bisa meminta bantuan dokter untuk mendokumentasikan luka-luka di tubuh kakak sebagai barang bukti. selain itu kakak bisa meminta bantuan kepada ketua RT atau kepala desa untuk meminta tempat perlindungan dari suami kakak. namun yang terpenting adalah kakak harus bisa mengumpulkan berkas-berkas peribadi kakak untuk mempermudah proses pelaporan seperti KTP, buku nikah, KK, dan akte lahir.


beberapa orang memang memilki kebiasan ringan tangan dan kebiasaan ini bukanlah sesautu yang mudah diubah kecuali dari kesadaran diri sendiri. kakak tiak bisa terus menunggu dan berharap bahwa suatu saat suami kakak akan berubah, jika suami kakak sendiri tidak ada keinginan untuk berubah. oleh sebab itu kakak harus mulai memikirkan keselamatan kakak dan anak-anak kakak dan mencari pertolongan dari pihak yang berwajib.


Berikut ini nomor yang bisa kakak hubungi untuk melaporkan KDRT kepada pihak yang berwajib:


Polisi: 110 atau langsung pergi ke kantor polisi terdekat


komnas anak dan perempuan: nomor 129 atau nomor WhatsApp layanan pengaduan SAPA 129 di 08111129129.


sekian dari saya, semoga Allah subhanahu wa ta'alamemberikan perlindungan kepada kakak dan anak-anak kakak, amin. jazakillah khairan



Pertama diunggah pada 2023-11-20T10:16:33.466Z

View Edits
Like

Assalamualaikum kk mau tnya


Klo laki2 kan fitrah maskulin dia mau berusaha, bekerja, ga meminta ke prempuan



Klo ada laki2 yg minta2 uang ke prempuan itu adakah psikologisnya trganggu ?

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih ya kak untuk pertanyaannya..


Untuk memutuskan apakah seseorang memiliki gangguan psikologis atau tidak tentu memerlukan pemeriksaan psikologis secara komprehensif dan menyeluruh yang dilakukan oleh profesional ya kak.


Kita tidak bisa buru-buru menyatakan apakah seseorang mengalami gangguan psikologis melalui salah satu perilakunya saja.


Sebisa mungkin kita coba untuk tidak menghakimi orang lain, karena kita pun juga pasti tidak nyaman ya ketika tiba-tiba dihakimi oleh orang lain hanya dengan satu bentuk perilaku kita tanpa adanya penjelasan yang lain.


Mungkin yang bisa kita lakukan saat ini adalah mencari tahu dulu ya kak.


Dengan dasar kepedulian dan keingin tahuan, apa ya yang sebenarnya menjadi alasan dia menunjukkan perilaku tersebut


Hal ini bisa dilakukan dengan mengamati kegiatan dia pada situasi-situasi yang lain dan kalau memungkinkan juga dengan berbincang dengannya,


Namun kita tetap perlu menjaga adab dalam berinteraksi dengan lawan jenis agar tetap sesuai dengan ajaran agama kita ya kak.. :)


Sebab perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang terbentuk melalui interaksi yang kompleks dari beragam faktor seperti misalnya cara berpikir, lingkungan, kebiasaan dalam keluarga, dan lain sebagainya.


Semoga menjawab ya kak dan semangat terus belajarnya!

Salam Hangat.


Pertama diunggah pada 2022-10-07T07:43:24.102Z

View Edits
Like

Assalamualaikum kak maaf mau tanya



Apakah melihat hp suami itu bentuk privacy yg hrus ada batasnya ?



Jawaban:


Dijawab oleh Indah Kusumaningsih, S.Psi


Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh


Perihal HP pasangan itu termasuk privasi ya kak. Namun, boleh melihat HP pasangan atas seizinnya. Selain izin, kita juga harus menilik niat dan tujuan kita. Apakah sekedar ingin tahu, ingin mencari informasi tertentu, atau hal lainnya? Jika alasannya karena rasa ingin tahu saja, curiga, atau asumsi yang tidak berdasar maka sebaiknya tidak melihat HP pasangan.


Perlu kita ingat bahwa salah satu pondasi rumah tangga adalah kepercayaan. Ketika kita melihat HP pasangan dikhawatirkan menimbulkan prasangka. Bahkan, prasangka tersebut bisa berkembang menjadi tajassus (mengorek-orek/mencari kesalahan orang lain) yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah dalam rumah tangga. Sedangkan Allah sendiri berfirman dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 12 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa … “


Selain itu, dikhawatirkan kita melihat rahasia yang tidak seharusnya kita ketahui ketika membuka HP pasangan. Misalnya ada kerabat/teman dari pasangan yang curhat dan bersifat rahasia, dll.


Demikian ya kak. Semoga dapat membantu. Wallahu a'lam bish-shawab


Wassalamu;alaykum


Pertama diunggah pada 2022-10-07T02:26:29.570Z

View Edits
Like

Bismillah... Qadarullah ibu mertua saya suka menceritakan kejelekan/kesalahan suami saya kepada saya dan juga saat suami berbuat salah beliau sempat mengungkit2 kebaikannya kepada suami saya. Karena hal2 tersebut saya menjadi kurang nyaman dalam berkomunikasi dengan beliau, semakin lama saya malah menjadi sulit untuk bisa dekat/berkomunikasi dengan baik terlebih hubungan suami dan ibunya itu kurang ada kedekatan. Apakah salah jika menjaga jarak?Bagaimana sebaiknya saya harus bersikap? Jazakillahu khayr


Pertanyaan oleh Ummahat_974

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak, Terima kasih ya telah berbagi bersama kami Tidak nyaman sekali ya kak, rasanya saat ada hal-hal yg kurang cocok terjadi dg orang terdekat kita.


Memang saat kita mereaksi suatu situasi, terkadang kita dalam tiga kondisi ya kak, pertama fight, kedua flight, dan yang ketiga freeze. Ada kalanya kita dapat menghadapi suatu situasi dengan berani dalam menjalani tantangannya meski terasa tidak nyaman, ini yang disebut dengan fight.


Namun ada kalanya juga kita merasa tidak nyaman dalam suatu situasi, sehingga memilih untuk menghindari situasi tersebut, inilah yang disebut sebagai flight. Sedangkan yang ketiga, ketika kita menghadapi suatu situasi yang sangat tidak terduga, kita terkejut dan tidak tahu apa yang musti dilakukan sehingga yg terjadi hanya terdiam tanpa melakukan apapun, inilah yang disebut freeze. Ketiganya, baik fight, flight, dan freeze sama diperlukannya bagi kita untuk menghadapi suatu situasi dengan baik.


Adanya kalanya dalam memeriksa relasi kita dg orang terdekat kita diperlukan juga untuk ambil jeda, guna memberi ruang bagi kita agar dapat mencerna, memaknai, merasakan apa yg sebenarnya sedang kita rasakan, apa yg sebenarnya terjadi pada relasi kita, dan hal terbaik apa yg saat ini bisa kita usahakan ya kak.


Mengambil jeda diperlukan untuk menata hati, pikiran, dan sikap kita kedepannya dg mengambil sedikit jarak dg permasalahan yg sedang kita hadapi, agar pandangan kita lebih netral dalam menghadapinya ya kak, Namun, mengambil jeda, atau mengambil jarak ini berbeda dg menghindari permasalahan ya kak, sebab jika tersu menerus menghindar masalah, kondisi kita mungkin memang membaik untuk sesaat, namun tanpa menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga dikemudian hari berpotensi muncul lagi bahkan dalam bentuk yg lebih besar. Oleh karenanya, kita tetap perlu belajar menghadapinya secara bertahap ya kak.. Semoga Allah mudahkan prosesnya ya kak..


Langkah awal yg dapat kita lakukan ialah mengenali dulu ya kak, apa sih yg sebenarnya kakak rasakan, apa yg sebenarnya membuat kakak terganggu setiap kali beliau menceritakan kejelekan/kesalahan suami. Apa yg membuat sikap beliau begitu mengganggu kakak, mungkin karena kakak tidak setuju dg sikap tersebut, atau mungkin karena kakak tidak terima ketika suami kakak diceritakan kejelekannya. Setelah mengenali apa perasaan yg muncul, kakak boleh menamai perasaan tersebut, mungkin marah, kecewa, tidak terima, merasa direndahkan atau yg lainnya. Setelah kakak menyadari dan mengenali emosi yg kakak rasakan, harapannya, kakak lebih dapat mengendalikan diri saat berinteraksi dg ibu mertua.


Kemudian baru perlahan kita berlanjut pada tahap berikutnya, yaitu mencoba membangun hubungan baik dg ibu mertua dan meletakkan segala penilaian dan pendapat kita mengenai beliau. Perlahan kita coba lagi memahami sudut pandang dari sisi beliau, apa ya yg sekiranya membuat beliau bersikap demikian?


Kapan atau disaat seperti apa biasanya, kebiasaan tersebut beliau lakukan? saat merasa kecewa dg suami kah? atau saat beliau memerlukan apresiasi atas jasa-jasa beliau yg telah dilakukan selama ini, atau mungkin saat beliau lelah atau bosan, atau mungkin saat sebenarnya beliau memerlukan bantuan. Bisa jadi beliau melakukan hal tersebut semata karena memerlukan teman berbagi mengenai apa yg sebenarnya beliau rasakan dan mungkin beliau melihat kakak sebagai tempat yg aman untuk berbagi keluh kesah.


Setelah kita coba untuk memahami perasaan beliau, selanjutnya kita coba untuk konfirmasi dan validasi perasaan beliau ya kak, "Mama kecewa ya sama sikap akang", "Mama belum bisa melupakan kesalahan akang yg itu ya?", hal ini diharapkan ibu mertua merasa didengarkan dan dipahami sehingga secara bertahap dapat berkurang kebiasaan tersebut.


Selain itu, jika memungkinkan untuk dilakukan ialah dg mengomunikasikan apa yg kakak rasakan kepada beliau melalui i-messege. Kakak dapat menyampaikan terlebih dahulu apa yg sebenarnya kakak rasakan, pada situasi tertentu, dalam hal ini ketika kakak mendengar beliau menceritakan kejelekan suami kakak, kemudian sampaikan pula apa yg menjadi harapan kakak kedepannya.


Dan apabila penyampaiannya dilakukan sekaligus dg pembicaraan sebelumnya, kurang lebi menjadi, "Mama masih kecewa ya dg sikap akang yg itu, rasanya masih sulit untuk dimaafkan ya ma, Tapi maaf ma, saya sebagai istri akang merasa kurang nyaman setiap kali mama menceritakan kejelekan akang, saya merasa semestinya sebagai seorang istri menghargai dan menjaga aib suami, kedepannya saya harap kita doakan akang saja ya ma, tiap mama teringat kesalahan akang, semoga ampunan Allah Yang Maha Luas, kelak mengampuni segala kesalahan dan kejelekan akang ya ma". Tentu saja dalam penyampaiannya kita perlu berhati-hati ya kak, perlu memahami betul kondisi kita apakah sedang memungkinkan untuk menyampaikannya dg santun, dan kondisi ibu mertua apakah sedang memungkinkan untuk kita ajak bicara dg baik.


Begitu pun sebaliknya, kakak dapat menanyakan pula apa yg sebenarnya beliau rasakan dan apa yg sebenarnya menjadi harapan beliau saat menceritakannya kepada kakak, apakah mengharapkan solusi, atau bantuan untuk menyampaikan pada suami. Bisa juga dg bekerjasama dg ibu mertua, apa ya ma yg sekiranya saat ini bisa kita lakukan untuk memperbaiki kejelekan atau kesalahan beliau?


Langkah selanjutnya yg tidak kalah penting adalah membangun hubungan baik dg suami kakak. Karena biar bagaimanapun kakak dan suami ialah tim inti yg sebaiknya saling menguatkan dan mendukung ketika salah satu atau mungkin dalam keluarga, yaitu dalam hal ini keluarga inti yg kakak bangun bersama suami tengah mendapatkan permasalahan atau intervensi dari pihak luar. Kakak dapat memulainya dengan memperbanyak waktu bersama dan secara bertahap mencoba untuk bicara dari hati ke hati Apa yg sebenarnya kakak alami setiap berinteraksi dg ibu mertua, apa yg kakak rasakan, dan begitupun sebaliknya, mencari tahu apa yg sebenarnya terjadi diantara beliau berdua, bagaimana tanggapan suami kakak tentang hal itu dan langkah apa yg sekiranya dapat dilakukan serta mungkin bantuan yg diharapkan dari kakak yg sekiranya dapat dilakukan


Dan terlebih dari semua bentuk ikhiar yg kita usahakan, hal yg paling utama ialah mohon pertolongan kepada Allah ya kak, Semoga Allah senantiasa melembutkan hati dan lisan kita, Semoga Allah mampukan dan naikkan derajat kita melalui ujian yg perlu kita lalui ini. Jika kondisi yg dialami kakak tidak juga kunjung membaik, kakak boleh membuka diri dg meminta bantuan profesional kepada psikolog maupun konselor pernikahan ya kak.. Semoga membantu dan Salam Hangat.


Pertama kali diunggah 2023-05-11T17:13:00.478Z

Like

Assalamualaikum Semoga Allah merahmati seluruh tim Qalboo Ketika keluarga suami hendak datang ke rumah, perasaan saya jadi kacau. Mulai cemas, deg2an, sesak, uring2an, terbayang orang tua sy yg jauh, berdua saja, yg sangat sayang cucunya namun harus berjauhan, kesepian. Ini membuat saya merasa bersalah. Sering akhirnya saya nangis pilu. Hal lain yg membuat sya tidak nyaman dg kel suami krn perbedaan karakter yg sangat kontras antara kami. Bagaimana mengelola hal ini?


Pertanyaan oleh Re****

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S,Pd


Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp. Baik, memang betul kak perlakuan kontras antara orang tua kita dengan keluarga mertua sering kali membuat kita merasakan emosi negatif. Terlebih dengan muatan emosi lainnya, seperti rindu orang tua yang jauh disana, orang tua harus merasakan kesepian menimbulkan perasaan bersalah pada diri. Beberapa hal yang bisa kakak lakukan:


1. Lakukanlah journaling, lepaskan keluarkan muatan emosi yang terpendam dalam selembar kertas atau saya sarankan dengan menggunakan fitur moodtracker pada Qalbooapp setiap hari. dengan mengeluarkan muatan emosi, insyaAllah membuat kita lebih lega.


2. Bangkitkan husnudhzon pada keluarga suami/ mertua. Meskipun ada banyak sikap yang kurang terasa nyaman, sambut dan sikapi dengan baik sebagai ibadah kepada Allah SWT dan berbakti kepada suami.


3. Komunikasikan keluhan dan ketidaknyamanan berkaitan dengan keluarga mertua dengan kalimat baik dan tidak menyinggung yang dirasakan dengan suami, sehingga suami memahami kendala dan kesulitan yang dirasakan. Minta bantuan suami untuk membantu kakak merasakan rasa nyaman. Bagaimanapun kakak juga memiliki hak sebagai istri.


4. Komunikasikan perasaan bersalah dan sedih kakak berkaitan dengan kondisi orang tua yang jauh, kesepian dan sayang atau rindu cucunya. Tanya suami apa yang bisa ia upayakan atau lakukan berkaitan dengan keadaan ini.


5. Rancang rencana yang paling memungkinkan untuk membuat kakak merasa lebih baik berkaitan dengan keadaan dengan orang tua kakak. Membiasakan video call dengan orang tua, menjadwalkan dan menabung untuk pulang ke rumah orang tua, atau opsi lainnya yang memungkinkan.


6. Setelah kakak melakukan manajemen emosi dengan journaling, manajemen konflik dengan komunikasi dengan suami, manajemen ekspektasi pula, bahwa tidak semua orang bisa bertindak seperti yang kita harapkan, tidak semua orang bisa memiliki karakter yang sama semua. Adakalanya kita bertemu dengan hal yang tidak menyenangkan. Tapi dengan pengelolaan emosi, ekspektasi dan berserah kepada Allah, dan diniatkan ibadah, insyaAllah tetap bisa bersikap dengan baik kepada keluarga mertua. Dapat meningkatkan interaksi dengan orang tua atau upaya lain sehingga mengurangi rasa bersalah kakak kepada orang tua. Sehingga dapat merasakan kenyamanan dan ketenangan hati.


Demikian, semoga Allah mudahkan, Allah berikan jalan keluar Allah berikan kekuatan dan kelapangan hati. Allahuma amiin. Apabila dirasa masih perlu bantuan lebih lanjut, saya anjurkan untuk mengambil sesi konseling dengan Psikolog/ Konselor Muslim Qalboo ya kak. Salam hangat, Terimakasih

Pertama kali diunggah pada2023-04-09T22:33:36.063Z

Like

Assalamu’alaykum warahmatullahi wa barakatuh mau bertanya, suami saya memiliki trauma merasa kesepian, trigger awalnya adalah karena ditinggal menikah oleh orang yg dulunya pernah dekat, hal ini terjadi 2x. jadi saat suami saya merasa kesepian di pekerjaan (pekerjaan suami work from home) jadi tidak setiap hari bertemu dengan teman2 nya, suami sangat sedih dan rasa sakit trauma yg dulu jadi terasa kembali. bagaimana cara mengatasi trauma yg sudah tahunan ini? Wassalamu’alaykum warahmatullahi wa barakatuh


Pertanyaan oleh ****ah_n**_****yah_5

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.

MasyaAllah, sebelumnya terimakasih ya sudah bertahan sejauh ini menjadi istri yang baik mendampingi bagaimanapun keadaan suami.

Semoga Allah SWT memudahkan keadaan dan melapangkan hati. Allahuma amiin. Berkaitan dengan suami yang merasa kesepian karena trauma masa lalu dan ditambah lagi pekerjaan yang work from home dan minimnya tingkat sosialisasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya:

1. Mengajak suami untuk melakukan aktivitas yang beragam. Atau bisa dengan kakak yang mengajak suami. Sehingga ditemani dan bukan seperti disuruh/ diminta melakukan sendirian. Kakaklah sebagai istri yang mengajak. Bisa berupa berpergian bersama, memulai kembali hobi yang telah ditinggalkan. Berkunjung ke saudara atau kerabat/ sahabat. Bisa pula dengan dimasakkan makanan yang baru. Untuk menambahkan variasi aktivitas sehingga tidak monoton, mengurangi rasa bosan.

2. Mendampingi suami berkonsultasi dengan ahlinya. Bagaimanapun keadaan traumatis/ kesepian ini dirasakan oleh suami, sehingga suamilah yang perlu berproses dengan keadaannya sendiri. Kakak sebagai istri tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang berusaha untuk mengatasi trauma/ keadaan ini yang kakak sebutkan sudah tahunan. Suami kakak perlu berproses dengan dirinya sendiri dan bila perlu, bisa mencari bantuan profesional seperti konseling/ konsultasi dengan psikolog maupun konselor pernikahan.

3. Kakak bisa membantu dengan memberikan motivasi dan kalimat-kalimat penenang yang insyaAllah bisa menjadi pelipur lara suami. Seperti bahwa semua yang terjadi sudah diatur oleh Allah, pasti ada hikmahnya, mengajak suami untuk memaafkan masa lalu, dan mensyukuri yang saat ini dimiliki. Kakak bisa berikan pujian yang membesarkan hati suami.

4. Bersama-sama dengan suami untuk terus mengaji. InsyaAllah dengan mendekatkan diri kepada Allah, menguatkan keyakinan dan keteguhan hati atas ketetapan Allah, dapat memberikan kekuatan dan rasa bahagia/ ridho yang membuat kita merasa nyaman.

5. Sebagaimana Allah-lah yang Maha mendamaikan hati dan menyembuhkan jiwa, maka kaka bisa mulai untuk mendoakan suami kepada Allah, supaya Allah limpahkan kedamaian hati, kelapangan jiwa dan pikiran. Sehingga insyaAllah atas pertolongan Allah, dapat membuat suami lebih baik.

Mungkin itu kak, sedikit jawaban dari kami. Semoga dapat membantu kakak beserta suami.


Dan kami sangat menganjurkan suami kakak untuk berproses dengan dirinya. Tidak bisa diwakilkan, tidak bisa kita saja yang menginginkan kesembuhan bagi beliau.

Serta sebagai catatan, bahwa kondisi trauma memerlukan penegakan diagnosis oleh profesional ya kak. Lebih baik kita tidak melakukan self-diagnose. Ajak suami untuk berproses supaya dapat merasa lebih baik, seperti lakukan konsultasikan dengan tenaga profesional, bisa dengan Psikolog Ikhwan di Qalboo untuk mengetahui latar belakang kondisi tersebut dan penyelesaiannya dengan lebih tepat. Semoga Allah mudahkan dan kuatkan ya kak.


Semoga Allah berikan kemudahan pula bagi suami kakak. Allahuma amiin. Terimakasih.


Pertama kali diunggah pada 2023-04-04T10:06:31.415Z

Like

Setelah nikah hidup saya malah kyak nggk punya tujuan, ngambang nggk jelas. Stiap hari gabut. Sering kcewa sma suami. Pngen udahan tpi tkut bkin malu keluarga. Makin hari bukan lebih baik, tpi malah makin sadar klo keputusan yg diambil ini terlalu buru2 dan salah. Saya hrus gmna?


Pertanyaan oleh Sekedar_tulisan

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih ya kak, telah bersedia berbagi bersama kami. MasyaAllah.. Tabarakallah, setiap dari kita memang sedang diuji sesuai kemampuan kita masing-masing ya kak, Semoga Allah mampukan dan naikkan derajat kakak melalui ujian kali ini..


Pernikahan memang banyak sekali tantangannya ya kak, Seakan masih kurang, tak henti-hentinya setan pun turut ambil bagian. Hal tersebut sekaligus menunjukkan betapa mulia pernikahan dalam islam, bahkan terhitung sebagai separuh agama dan ibadah paling lama dalam seumur hidup manusia. Tentu setan tidak suka dg kita saat kita sedang berusaha mengamalkan kebaikan sebaik mungkin ya kak, Maka setan dg segala macam upaya memisahkan suami istri yg telah bersatu, dan menggoda setiap orang yg belum saatnya untuk menghalalkan segala cara bersatu tidak dalam syariat islam. Tapi kita punya Allah Yang Maha Kuasa ya kak, semoga hati kita yg mudah goyah ini senantiasa Allah kuatkan, Allah jaga dalam kebaikan ya kak..


Saya pernah mendapat nasihat kak, saat kita sedang merasa tidak punya tujuan, bisa jadi itu adalah kabar baik, sebab hal tersebut menandakan bahwa sebenarnya tujuan kita sebelumnya telah tercapai. Alhamdulillah ya kak, jadi perasaan tidak punya tujuan ini pun juga boleh disyukuri. Kabar baik selanjutnya, merasa tidak punya tujuan ini sejatinya sdg mengabarkan pada kita bahwa kini saatnya bagi kita untuk menata kembali hal-hal apa yg sebenarnya penting dan perlu kita perjuangkan. Menghadapi kondisi seperti ini memang tidak mudah ya kak, namun diantara ikhtiar yg dapat kita usahakan, salah satunya adalah secara bertahap coba kita periksa kembali, apa yg sebenarnya menjadi tujuan kita. Perlahan kita petakan lagi, dg kondisi kita saat ini apa yg perlu kita sesuaikan untuk dapat menata langkah lagi.


Masa peralihan memang tidak mudah ya kak, Tapi disinilah kita sedang diberi kesempatan untuk melatih kemampuan adaptasi kita menjadi semakin baik Jika tujuan sebelumnya hanya berdasarkan dari pertimbangan kakak, maka setelah menikah tujuan tersebut perlu disesuaikan untuk kebaikan tidak hanya satu orang tapi juga kebaikan pasangan dan masyaAllah untuk kebaikan lebih banyak orang seperti keluarga besar atau masyarakat luas Hal ini berarti pula kakak tengah diberi kesempatan untuk meluaskan kebaikan kakak yg semoga nantinya akan kembali kepada kakak pula kebaikannya dalam bentuk yg jauh berkali-kali lipat.


inna ma'al usriyusro ya kak.. Sungguh bersama kesulitan terdapat kemudahan Untuk tujuan yg semakin besar, Alhamdulillah pernikahan juga menyertai kakak dg kekuatan yg lebih besar Kini kakak tidak berjuang sendiri, Pernikahan memberikan kakak kesempatan bertemu dan menyatukan energi dg rekan satu tim dalam mencapai kebaikan bersama, yaitu suami. Agar pernikahan dapat menjadi tim yg baik, kakak perlu mengomunikasikan dg baik bersama suami Kakak bisa memulai dg ngobrol dari hati ke hati, dan menyampaikan apa yg sebenarnya kakak rasakan dan apa yg kakak harapkan berkaitan dg tujuan dan pernikahan yg sedang dijalani. begitu sebaliknya, sbg rekan satu tim yg baik, kakak jg perlu memahami apa yg sebenarnya suami rasakan dan apa yg menjadi harapan baiknya. Harapannya baik kakak dan suami dapat saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Komunikasi positif ini dapat dilakukan salah satunya dg menggunakan teknik "i-messege" ya kak. Kakak dapat memulai kalimat dg menyampaikan apa yg kakak rasakan dalam suatu kondisi tertentu dan apa yg sebenarnya kakak harapkan. Misalnya, "Aku merasa hilang arah setelah menikah, aku harap kita lebih banyak menyediakan waktu berdua untuk kembali mengenal satu sama lain" Tentu dalam melakukannya kita perlu cermat mengamati apakah kondisi kita dan suami sedang memungkinkan untuk melakukannya ya kak..


Jika kondisi juga belum membaik, dg seizin suami, kakak boleh pertimbangan untuk meminta bantuan pada pihak yg dapat dipercaya seperti teman dekat, keluarga, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat yg sekiranya dapat memberikan nasihat baik untuk keluarga kakak ya. Kakak juga boleh membuka diri untuk mendapatkan bantuan profesional jika dibutuhkan seperti berkonsultasi dg psikolog maupun konselor pernikahan.


Terlepas dari segala macam ikhtiar yg kita usahakan, senantiasa libatkan Allah dalam setiap perjalanan kita ya kak. Jangan lupa untuk terus memohon perlindungan dan kekuatan dari Allah, karena setiap ujian datangnya dari Allah, maka solusinya pun juga Allah yg akan tunjukkan. Semoga Allah lembutkan hati kita, dan lembutkan setiap proses yg perlu kita lalui ya kak.. Wallahu'alam bishowab, Semoga membantu ya kak.. Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-03-14T04:26:59.571Z

Like

Ketika merasa butuh teman cerita tp tdk punya kepada siapa saya harus bercerita


Saya menikah sudah 4 th, tp saat ini hati dan fikiran seperti menumpuk bnyk sekali kata" Bgaimna saya mengekspresikan ny agar tdk salah langkah..


Jika sekedar di tulis seperti diary, saya mash kurang puas krna butuh adanya interaksi sehingga ada tanya jawab dan pendapat yg sya dapatkan


Jawaban: 


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak Rafika, Terima kasih ya kak telah berbagi bersama kami..


MasyaAllah.. Tabarakallah.. Dilema sekali ya kak Rafika rasanya saat merasa perlu berbagi dan mendapatkan sudut pandang lain, namun juga khawatir jika ternyata hal tersebut justru membawa keburukan untuk keluarga.


Apakah Kak Rafika sebelumnya pernah mengkomunikasikan kebutuhan ini kepada pasangan? Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai kesepakatan dan mengantisipasi bersama agar tidak salah langkah. Kak Rafika dapat mengkomunikasikan dg pasangan terkait banyak sekali tumpukan di hati dan pikiran. Harapannya dg mengkomunikasikan ini kak Rafika dan pasangan dapat menyepakati hal-hal apa saja yg boleh dibicarakan kepada orang lain, dan siapa saja yg menurut kakak berdua aman atau dapat dipercaya untuk membantu kakak.


Tentu dalam mengkomunikasikan dg pasangan perlu kecermatan ya Kak Rafika, perlu memahami apakah kondisi kakak berdua dg pasangan sedang memungkinkan untuk melakukan diskusi lebih lanjut terkait hal tersebut. Selain itu Kak Rafika juga dapat menggunakan komunikasi positif dg teknik "i-messege", yaitu kak Rafika dapat memulai dg menyampaikan apa yang kakak rasakan dalam situasi tertentu dan apa harapan kakak. Misalnya, "Aku merasa penuh di hati dan pikiran saat ini, aku berharap dapat berbagi dan mendapatkan masukan dari orang yg bisa dipercaya" Begitupun sebaliknya Kak Rafika juga perlu memahami kondisi pasangan ya, apa yg beliau rasakan pada kondisi saat ini dan apa yg menjadi harapan beliau.


Kak Rafika boleh mempertimbangkan teman dekat, saudara, atau tokoh agama yg dapat dipercaya untuk berbagi ya. Sambil meluruskan niat bahwa tujuan diskusi yg akan dilakukan merupakan bentuk ikhtiar menjaga diri agar lebih baik, bukan untuk membuka aib. Kak Rafika juga bisa bergabung dg komunitas pendukung terkait pendidikan keluarga, tujuannya agar kakak dapat bertemu dg mereka yg memiliki kondisi serupa sehingga dapat saling mendukung. Jika memang dibutuhkan Kak Rafika dan pasangan juga boleh mempertimbangkan untuk membuka diri dalam mencari bantuan profesional seperti psikiater, psikolog, maupun konselor pernikahan.


Dan yang paling utama, memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah ya kak.. Karena memang pernikahan adalah ibadah terlama seumur hidup, maka setan akan dg gigih akan terus menggoda, namun pertolongan Allah, Rahmat Allah jauuh lebih besar dari kekhawatiran kita, dari masalah kita, dan dari godaan setan ya kak.. Barakallah Kak Rafika.. Semoga membantu ya, Salam Hangat..


Pertama kali diunggah pada 2023-02-28T15:25:28.394Z

Like
anonymous
anonymous

Assalamu'alaykum warahmatullaah wabarakaatuh


Saat ini hati saya kalut, Alhamdulillaah sudah menikah 3tahun dan belum diberi kepercayaan oleh Allah untuk memiliki keturunan. Sudah saya periksa, minum obat, vitamin, secara herbal pun sudah saya jalanin. Qadarullaah belum juga berhasil, menurut kesimpulan dari 2 dokter menyarankan agar suami saya harus ke dokter bagian khusus andrologi, namun suami selalu belum mau. Akhirnya orang2 selalu menyudutkan, dan penasaran saya tinggal disuruh ke dokter padahal sudah seperti demikian kesimpulan dokter2 obgyn saya. Saya harus bagaimana? Saya berusaha untuk tidak menceritakan yang sesungguhnya secara gamblang, saya hanya bilang suami saya harus ke dokter spesialis andrologi. Namun tetap saja mertua saya, ingin saya diperiksa lagi ke dokter lain agar lebih jelas. Batin dan hati saya terluka, karna suami saya malah menyalahkan saya. Saya bingung harus gimana Pertanyaan oleh Pejuang 2 garis