top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·
Hamba Allah
Hamba Allah

Hubunganku dgn ibu kurang baik, ibu sering iri dgn bapak. Kondisi bpk sedang stroke, ibu merasa anak2nya termasuk saya lebih memperhatikan bpk timbang ibu.


Entah kenapa saya jg lebih dekat dgn bpk ketimbang ibu, lebih nyaman dgn bpk timbang dgn ibu. Sejak kecil ibu menjadi sosok yg menakutkan bagi saya. Saya sering di cubit, pukul, di tali kedua kaki dan tangan kemudian mulut di sumpal celana dalam dan dikurung di kamar. Kejadian itu berulang2. Saya merasa aman haha ketika bapak ada di rumah. Bapak kerja di luar kota saat itu. Apa psikis saya bermasalah sehingga saya susah untuk akur dgn ibu?


Pertanyaan oleh A***r

Jawaban:


Dijawab oleh Jayanti Wulandari, M.Psi., Psikolog


Bismillah,

Terima kasih sudah berbagi cerita di aplikasi Qalboo. saya paham dengan perasaan yang kakak hadapi saat ini, pasti tidak mudah menghadapi kondisi yang kakak hadapi saat ini. sebelumnya aku apresiasi kakak karena sudah bertahan hingga saat ini. apa yang kakak alami saat ini memang tidak terlepas dari pengalaman masa lalu kakak yang kurang menyenangkan dengan ibu kakak. dan untuk membuat itu kembali normal memanglah tidak mudah. yang bisa kakak lakukan saat ini belajar untuk menerima semua pengalaman yang tidak menyenangkan dengan ibu kakak. terima sewajarnya dan secukupnya. jika sudah, coba untuk mengekspresikan, bisa dengan mengajak berbicara langsung dengan ibu kakak, atau bisa dengan menulis apa yang kakak rasakan, bisa juga dengan menggambar atau mewarnai. dari situ coba lihat apakah diri kakak sudah bisa mulai menerima ibu kakak.


Meskipun di dalam Al-Qur'an sendiri sudah jelas bahwa kita harus menghormati dan menomorsatukan ibu. sehingga untuk berdamai dengan ibu, coba kakak belajar untuk berdamai dengan ibu kakak lebih dulu. jika perlu untuk mencari bantuan ke tenaga profesional akan lebih baik. sehingga kakak setidaknya tahu apa yang harus kakak lakukan saat menghadapi respon ibu saat ini. saya bisa membayangkan pasti kakak tidak mudah merawat dan memberikan perhatian ke bapak yang dalam kondisi sakit, namun ibu kakak sendiri juga merasa ingin diperhatikan oleh anak"nya. jadi belajar pelan" untuk akur dengan ibu dimulai dengan kakak belajar menerima diri kakak dulu yaitu dengan menerima kondisi yang pernah ibu lakukan ke kakak dan selanjutnya mengekspresikan. semoga terjawab.


Pertama diunggah pada 2023-11-23T07:09:36.551Z

View Edits
Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Kemarin saya berkonsultasi dengan psikiater lalu saya didiagnosis mengalami social anxiety disorder dan depresi. Anehnya, setelah didiagnosa seperti itu saya malah gelisah dan muram padahal sebelumnya saya merasa tidak sampai begini. Kenapa bisa begini ya? Saya tiba2 merasa menyesal konsultasi karna respon saya setelahnya malah seperti ini.



Pertanyaan oleh d**a_s*f***i_232

Jawaban:


Dijawab oleh Jayanti Wulandari, M.Psi., Psikolog


Bismillah,

Terima kasih sudah menggunakan layanan aplikasi Qalboo. saya paham dengan perasaan yang kakak rasakan saat ini. pasti bingung dan merasa gelisah ya kak saat mendengar diagnosis dari psikiater. Sebetulnya untuk menegakkan diagnosis anxiety dan juga depresi itu perlu waktu yang tidak sebentar, dan perlu untuk konsultasi lebih dari 2 kali untuk bisa benar" menegakkan diagnosis tersebut.


Namun yang bisa kakak lakukan saat ini, coba untuk melakukan saran dari psikiater kakak tersebut. Saran saya juga kakak pendampingan dengan psikolog, bukan hanya psikiater, sehingga apa yang kakak rasakan dan kakak hadapi saat ini bisa terpantau dan kakak bisa tahu apa yang harus kakak lakukan.


Untuk saat ini coba kakak untuk belajar mengatur napas kakak saat merasa cemas, bisa juga dengan merilekskan otot kakak yang tegang dengan mencoba meremas benda yang lunak, bisa itu boneka kecil atau therapy putty. semoga terjawab.


Pertama diunggah pada 2023-11-24T01:03:48.813Z

View Edits
Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Assalamualaikum, saya ingin sharing tentang kegelisahan yang saya alami.



Dimana pada bulan lalu ada seorang ikhwan yang menawarkan dirinya untuk menikahi saya tetapi saya ditawarkan sebagai istri ke 2, namun seringkali dipertengahan jalan saya timbul rasa kekhawatiran dan kegundahan tetapi terkadang timbul rasa keyakinan untuk tawaran tersebut.



Jawaban:


Dijawab oleh Jayanti Wulandari, M.Psi., Psikolog


Bismillah


Wa'alaikumsalam,

Terima kasih sudah berbagi cerita di layanan aplikasi Qalboo. Saya paham dengan kondisi yang kakak hadapi saat ini. terkait trauma apakah bisa sembuh atau tidak, lebih tepatnya sudah bisa berdamai atau belum. dalam arti melihat trauma yang dialami sebagai hal yang membuat kakak menjadi lebih kuat atau sebaliknya. jadi coba untuk menerima perasaan yang kakak rasakan yang berhubungan dengan trauma kakak, coba untuk terima sewajarnya dan secukupnya. jika sudah jadikan hal ini sebagai suatu hal yang lebih positif, coba untuk belajar mencari hikmah yang perlu kakak ambil.


Selanjutnya apakah trauma ini ada kaitannya dengan keraguan yang kakak alami saat ini, kemungkinan iya. Karena pengalaman yang sudah kakak lalui itu sebagai hal yang membentuk kakak saat ini. Jika kakak masih belum berdamai dengan rasa trauma kakak, ada kemungkinan kakak juga akan berat untuk melangkah kedepan, seperti memutuskan tawaran ikhwan tersebut.


Kakak bisa mencoba untuk meminta petunjuk dari Allah sebelum mengambil keputusan. jika rasa trauma kakak mengganggu aktifitas kakak, bisa segera membuat janji temu dengan expert Qalboo. semoga terjawab.


Pertama diunggah pada 2023-11-26T08:17:04.776Z

Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Diusia ku 28 th ini baru menyadari ada banyak Luka pengasuhan yg tak aku sadari, aku menemukannya karena mengalami kesulitan2 tertentu dan beberapa trauma



Seperti saat melihat karet gelang, jika melihat orang memainkannya otomatis tubuhku menjauhinya sampai2 untuk memegang karet gelang aja aku tidak berani, hal ini terjadi karena kaki ku sering kali di tembak menggunakan karet gelang



Jawaban:


Dijawab oleh Indah Kusumaningsih, S.Psi.


Bismillah..


Halo kak, terima kasih ya sudah bersedia membagikan ceritanya kepada Qalboo.


Ketika kita sudah dewasa, memiliki kemampuan berfikir yang sudah matang, ditambah dengan ilmu yang dimiliki sangat wajar jika kemudian dapat menyadari ternyata kita memiliki luka-luka yang berasal dari masa lalu. Menemukan luka tersebut sudah menjadi suatu langkah awal yang sangat baik ya kak. Karena, dengan mengenali kondisi diri lah kita dapat mengobati atau memperbaiki apa yang ada dalam diri kita.


Langkah selanjutnya yaitu menerima apa yang telah terjadi di masa lalu ya kak. Memang tidak segampang itu untuk berdamai dan sembuh. Semua pasti memerlukan proses. Kakak bisa memulainya misalnya dengan memberikan udzur pada orang-orang yang telah menyakiti kakak. Kita pasti berharap orang tua atau wali kita memberikan pengasuhan terbaik sehingga kita bisa tumbuh menjadi seseorang yang baik dan sehat secara fisik maupun mental. Tetapi, mereka pun sebagai manusia pasti memiliki keterbatasan. Bisa saja kita merasa apa yang diberikan oleh orang tua kita bukan yang terbaik, namun sebenarnya itulah hal terbaik yang bisa beliau berikan dengan situasi dan kondisi beliau saat itu. Kakak juga bisa mencoba menggunakan “kacamata” beliau untuk mampu memahami situasi yang terjadi dari berbagai sudut pandang. Mungkin bisa timbul pertanyaan mengapa kita yang harus berusaha memahami? Jawabannya, yaitu dengan memiliki berbagai sudut pandang kita tahu bahwa setiap orang memiliki POV dan kondisinya masing-masing. Sehingga, kita akan kaya akan perspektif dan bisa membuat kita lebih berlapang dada akan sesuatu.


Kemudian, terkait dengan kesulitan dan trauma-trauma yang kakak miliki saya menyarankan untuk melakukan konseling lebih lanjut dengan profesional ya kak agar dapat dilakukan tindakan yang lebih komprehensif. Apalagi jika hal tersebut sudah mengganggu aktivitas kakak sehari-hari.


Demikian, semoga membantu.


Waasalamu’alaikum



Pertama diunggah pada 2023-11-26T12:51:41.113Z

Like

Assalmualaikum kak, saya izin bertanya


Saya mengembangkan identitas diri yg buruk sejak kecil. Saya terlanjur menginternalisasi ucapan dari org² di lingkungan terdekat saya dgn sebutan bodoh, jelek, g cantik, hitam, pesek, menyusahlan dan tidak berguna. Hal ini ditunjukkan dgn saya yg tidak suka berdandan atau bercermin bersama teman² dan tidak menunjukkan kepercayaan pada diri sendiri maupun orang lain. Saya merasa rendah dan tidak layak, Padahal seharusnya mengembangkan identitas diri yg baik adalah bentuk rasa syukur saya kepada Rahmat Allah.



Mhswa, 23 th

Jawaban:


Dijawab oleh Yana Damayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Assamualaikum kak, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kakak. Perlu kita sadari bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurna. Kita memiliki kekurangan dan kelebihan dalam diri kita. Selain itu kita semua adalah orang berharga. Perlu bagi kita untuk mencintai diri kita dengan segala kurang dan lebihnya kita. Orang boleh berpendapat buruk mengenai kita, tapi kita harus tetap menghargai diri kita. Mulailah untuk belajar mencintai diri sendiri, terus tanamkan di dalam diri bahwa kita adalah orang yang berharga dan bisa berkembang. Kita kembangkan diri kita dengan kelebihan dan kekurangan yang kita punya. Tumbuhkan juga perasaan percaya diri kakak untuk bisa mengembangkan diri kakak. Pendapat orang lain yang kita tanamkan dikepala akan membuat kita menjadi rendah diri dan membuat kita tidak mencintai diri kita. sehingga perlu bagi kita untuk memilih pendapat atau komentar mana yang harus kita dengarkan. Belajar untuk bersikap Asertif. Sikap asertif dapat membantu kakak mengekspresikan diri secara efektif, mempertahankan sudut pandang, menghindari konflik, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menghormati hak dan kepercayaan orang lain. Sekian dari saya semoga bisa membantu. Terimakasih banyak.


Pertama diunggah pada 2022-10-05T02:31:28.065Z

View Edits
Like

Bagaimana bila tubuh kita rasanya seperti menyimpan trauma tapi kita sendiri sampai rasanya kehilangan self awareness apa trigger utamanya? Pertanyaan oleh As***_250

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifah, S.Pd


Selamat pagi kak. Terimakasih ya sudah menghubungi kami melalui QnA QalbooApp.


Iya betul kak, beberapa trauma masa lalu meski sudah tidak kita sadari secara sadar oleh pikiran kita, sudah tidak kita ingat, sesuatu itu sudah kita rasa tidak mengganggu, ternyata tubuh kita masih bisa menyimpannya sebagai "hal yang menyakitkan yang diingat" di nervous system dan ia akan memunculkan reaksinya melalui berbagai macam cara dan terpancing/terpicu/ tertrigger kembali jika kakak mengalami sesuatu yang berkaitan dengan penyebab awal trauma tersebut meski kakak tidak mnyadari keterhubungannya.


Langkah awal, meskipun secara umum secara sadar kita terlupakan dari penyebab trauma awal yang membuatnya tersimpan di nervous system, kita bisa untuk tetap mencoba mengingat kembali, memberikan perhatian lebih pada apa saja yang kakak rasakan, atau apa yang kakak yakini terjadi pada kakak sehingga kakak memiliki kesimpulan "oh mungkin kejadian ini, atau kejadian ini yang menjadikannya tersimpan di nervous system kakak.


Selanjutkan, kakak bisa merefleksikan kembali pengalaman hidup apa saja sepanjang hidup kakak yang dirasa sebagai kejadian traumatis bagi kakak. Traumatis tidak harus selalu kejadian yang extraordinary/luar biasa menurut orang lain, tapi itu benar-benar membekas menyakitkan, menakutkan, menyedihkan, memalukan yang benar-benar mendalam bagi diri kakak.


Selain itu, kakak juga bisa melalui self-monitoring tercatat dimana kakak mencatat kondisi-kondisi apa yang ketika hal itu sedang terjadi, itu mengganggu kakak, membuat kakak tidak nyaman. Misal ketika melihat darah, melihat pisau, sedang dalam situasi sosial, kakak harus tampil atau menjadi pusat perhatian, atau ketika kakak hendak masuk dalam suatu hubungan romantis, atau ketika kakak sedang ada ketidaksepahaman dengan orang lain dan tampak hendak terjadi pertengkaran, kakak bisa amati kejadian-kejadian keseharian yang sekiranya membuat kakak tidak nyaman baik secara perasaan/emosional, pikiran, atau membuat kakak tidak nyaman secara fisik (ada respon tubuh yang muncul; otot tegang, berkeingat berlebihan, jantung berdebar, atau ingin bersembunyi atau menghindar)


Ini dilakukan untuk membangkitkan kesadaran kita atas trigger awal dan untuk lebih memperhatiakn bagaimana tubuh kita merespon suatu keadaan, yang mana respon itu tidak kita pikirkan terlebih dahulu. (Misal, jantung bisa berdebar lebih kencang terlebih dahulu sebelum menyadari bahwa kita sedang merasa grogi)


Selanjutkan, kakak bisa melatih diri kakak untuk lebih ekspresif. Jika kakak sedih, dan ternyata kakak adalah orang yang sulit menangis, kakak bisa menyendiri dan menyediakan waktu untuk secara sengaja mengekspresikan kesedihan itu melalui tangisan. Bisa dilakukan dengan journaling, atau bernyanyi, atau melukis. Latihan ekspresif ini berusaha menyalurkan emosi yang sulit diproses, yang juga sulit dikenali oleh kognisi/pikiran supaya terproses dan disalurkan oleh tubuh. Harapannya "load"/ tanggungan/beban yang dibawa tubuh tersalurkan dan menjadi lebih ringan. Harapannya kakak bisa merasa lebih lega dan nyaman.


Mungkin ini jawaban secara general/umumnya terlebih dahulu ya kak. Karena lebih lanjut, mungkin akan sulit untuk dipraktekkan sendiri tanpa pengawasan langsung dari konselor/psikolog.


Semoga bisa memberikan sedikit gambaran, dan membantu kakak lebih mengenali keadaan yang kakak alami sekarang. Jika dirasa kurang membantu, kakak masih mengalami kesulitan, atau kesulitan menerapkan apa yang sudah saya tulis disini, atau kakak sudah menemukan kemungkinan kecenderungan penyebab trauma yang kakak rasakan, dan respon yang muncul dari nervous system yang dirasa kakak, dan tidak tahu harus bagaimana, kakak bisa melanjutkannya dengan sesi konseling/konsultasi dengan konselor/psikolog lebih lanjut.


Semangat ya kak, semoga Allah mudahkan, Terima kasih


Pertama kali diunggah pada 2022-10-01T16:10:04.165Z

View Edits
Like

Assalamu’alaykum warahmatullahi wa barakatuh mau bertanya, suami saya memiliki trauma merasa kesepian, trigger awalnya adalah karena ditinggal menikah oleh orang yg dulunya pernah dekat, hal ini terjadi 2x. jadi saat suami saya merasa kesepian di pekerjaan (pekerjaan suami work from home) jadi tidak setiap hari bertemu dengan teman2 nya, suami sangat sedih dan rasa sakit trauma yg dulu jadi terasa kembali. bagaimana cara mengatasi trauma yg sudah tahunan ini? Wassalamu’alaykum warahmatullahi wa barakatuh


Pertanyaan oleh ****ah_n**_****yah_5

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.

MasyaAllah, sebelumnya terimakasih ya sudah bertahan sejauh ini menjadi istri yang baik mendampingi bagaimanapun keadaan suami.

Semoga Allah SWT memudahkan keadaan dan melapangkan hati. Allahuma amiin. Berkaitan dengan suami yang merasa kesepian karena trauma masa lalu dan ditambah lagi pekerjaan yang work from home dan minimnya tingkat sosialisasi. Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya:

1. Mengajak suami untuk melakukan aktivitas yang beragam. Atau bisa dengan kakak yang mengajak suami. Sehingga ditemani dan bukan seperti disuruh/ diminta melakukan sendirian. Kakaklah sebagai istri yang mengajak. Bisa berupa berpergian bersama, memulai kembali hobi yang telah ditinggalkan. Berkunjung ke saudara atau kerabat/ sahabat. Bisa pula dengan dimasakkan makanan yang baru. Untuk menambahkan variasi aktivitas sehingga tidak monoton, mengurangi rasa bosan.

2. Mendampingi suami berkonsultasi dengan ahlinya. Bagaimanapun keadaan traumatis/ kesepian ini dirasakan oleh suami, sehingga suamilah yang perlu berproses dengan keadaannya sendiri. Kakak sebagai istri tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang berusaha untuk mengatasi trauma/ keadaan ini yang kakak sebutkan sudah tahunan. Suami kakak perlu berproses dengan dirinya sendiri dan bila perlu, bisa mencari bantuan profesional seperti konseling/ konsultasi dengan psikolog maupun konselor pernikahan.

3. Kakak bisa membantu dengan memberikan motivasi dan kalimat-kalimat penenang yang insyaAllah bisa menjadi pelipur lara suami. Seperti bahwa semua yang terjadi sudah diatur oleh Allah, pasti ada hikmahnya, mengajak suami untuk memaafkan masa lalu, dan mensyukuri yang saat ini dimiliki. Kakak bisa berikan pujian yang membesarkan hati suami.

4. Bersama-sama dengan suami untuk terus mengaji. InsyaAllah dengan mendekatkan diri kepada Allah, menguatkan keyakinan dan keteguhan hati atas ketetapan Allah, dapat memberikan kekuatan dan rasa bahagia/ ridho yang membuat kita merasa nyaman.

5. Sebagaimana Allah-lah yang Maha mendamaikan hati dan menyembuhkan jiwa, maka kaka bisa mulai untuk mendoakan suami kepada Allah, supaya Allah limpahkan kedamaian hati, kelapangan jiwa dan pikiran. Sehingga insyaAllah atas pertolongan Allah, dapat membuat suami lebih baik.

Mungkin itu kak, sedikit jawaban dari kami. Semoga dapat membantu kakak beserta suami.


Dan kami sangat menganjurkan suami kakak untuk berproses dengan dirinya. Tidak bisa diwakilkan, tidak bisa kita saja yang menginginkan kesembuhan bagi beliau.

Serta sebagai catatan, bahwa kondisi trauma memerlukan penegakan diagnosis oleh profesional ya kak. Lebih baik kita tidak melakukan self-diagnose. Ajak suami untuk berproses supaya dapat merasa lebih baik, seperti lakukan konsultasikan dengan tenaga profesional, bisa dengan Psikolog Ikhwan di Qalboo untuk mengetahui latar belakang kondisi tersebut dan penyelesaiannya dengan lebih tepat. Semoga Allah mudahkan dan kuatkan ya kak.


Semoga Allah berikan kemudahan pula bagi suami kakak. Allahuma amiin. Terimakasih.


Pertama kali diunggah pada 2023-04-04T10:06:31.415Z

Like

assalamualaikum


Akhir ini keluargaku.tetanggaku dan orang lain tidak mau memperhatikan atau mengabaikan sesuatu seperti mudah membenci saya dan kesepian yang mudah bikin iri dan sedih.gimana cara atasinya dulu saya korban bullying dimasa lalu sampai trauma disekolah...


saya udh mencoba/berusaha untuk membuka cerita tapi sulit mendapat solusinya dan tidak bisa melakukan...merasa terluka dan hancur rasanya....gimana cara melindungi dari bullying.hinaan ejekan dan ghibah tanpa sebab? terima kasih wassalamualaikum


Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


bismillah, wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. terimakasih kak sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.


MasyaAllah, luar biasa sekali. Terimakasih ya kak sudah bertahan sejauh ini, menghadapi masa remaja dengan menjadi korban bullying hingga trauma, dan tidak ada yang mampu memahami cerita kita bahkan tidak ada yang mampu memberikan kita solusi, tentu tidak mudah. Dan terimakasih ya kak bertahan dan berusaha melakukan yang bisa kakak lakukan hingga saat ini.


1. yuk kak kita kenali dengan lebih dekat emosi yang kakak rasakan, baik itu rasa marah, kecewa, sedih, sendirian, terluka. Kakak bisa melakukan journaling, menuliskan emosi apa yang kakak rasakan, apa yang kakak pikiran, tuliskan pula apa pemicu dari rasa sedih dan terluka kakak. ada kejadian apa hari ini yang membuat kakak kembali sedih. tuliskan pula apa yang kakak inginkan harapan kakak. kakak juga bisa menambahkan doa pengharapan kepada Allah dari setiap journaling yang kakak lakukan. dengan mengeluarkan emosi dan pikiran kakak, harapannya ini membantu kakak merasa sedikit lebih lega.


2. Tuliskan masa lalu apa yang di masa lalu terjadi. yang menyakiti, melukai atau menyedihkan bagi kakak. Menuliskan ini membantu melepaskan beban tersebut. Membuat kenangan itu tidak berputar tanpa henti di otak kita. tapi dengan kalimat yang tertuliskan, menjadikannya alur yang lebih terstruktur. kakak bisa melihat, mengenang dan mengenali kejadian tersebut dnegan lebih tenang, dengan pikiran dan hati yang lebih jernih. meski tentu masih ada kenangan bahwa hal tersebut tidak nyaman


3. Tuliskan hal apa yang bisa kakak lakukan/ berada didalam kendali kakak dan yang tidak bisa kakak lakukan/ diluar kendali kakak. seperti sikap orang lain, ucapan orang lain, itu tidak bisa kita kendalikan. seperti sikap dan ucapan mereka terhadap kita


4, Hal buruk yang orang lain lakukan kepada kita bukan berarti kita yang buruk. Sikap mereka akan menggambarkan diri mereka sendiri. Dan mereka akan menanggung hal tersebut di hadapan Allah. Semoga ini perlahan dan sedikit demi sedikit membangun kakak kembali merasa berharga.


5. meski orang lain bersikap buruk kepada kakak dan kakak merasa kesepian, kakak tidak pernah sendirian karena Allah selalu dekat dan selalu ada mendengarkan keluh kesah kakak. Dan doanya orang yang lemah, terdzolimi, mungkin di era sekarang ini seperti korban bullying, insyaAllah doa-doa yang Allah sangatt dengar, Allah sangat menperhatikan kita semua.


6. InsyaAllah setiap setelah kesulitan pasti ada kemudahan, Allah menjanjikan ini hingga 2x. Tetap berpengharapan kepada Allah ya kak, tetap menampilkan perilaku sabar dan sholat, insyaAllah pertolongan Allah dekat.


7. Tetaplah berusaha berikhtiyar, lakukan yang perlu kakak lakukan seperti bekerja atau belajar, Allah menguatkan kakak dengan ayat jangan biarkan ucapan mereka menyedihkanmu. Meskipun kakak sedih, laporkan adukan keluhkan pada Allah. dibantu dengan membangun pola hidup yang sehat, semoga kakak bisa terbantu menjadi lebih kuat dan positif, seperti tidur cukup, dan istirahat.


8. Jika dirasa masih dibutuhkan bantuan lebih lanjut, silahkan melanjutkan dengan sesi Qalboo Counselling bersama psikolog dan konselor muslim Qalboo ya kak. InsyaAllah, bismillah, Allah mudahkan, Allah kuatkan kakak. InsyaAllah dengan informasi lebih komplit dari kakak pada Qalboo Counselling nanti, kami bisa membantu dengan lebih baik lagi, Terimakaisih kak. Semoga Allah mudahkan, Allahuma amiin.


Pertama kali diunggah pada 2023-03-09T08:14:59.123Z

Like

assalamualaikum


dulu saya adalah korban bullying dimasa lalu sampai trauma disekolah.sebelumnya dan sesudahnya saya udh mencoba/berusaha membuka cerita dan melaporkannya tapi malah tidak percaya sama cerita saya dan susah mendapatkan solusinya lama kelamaan terpendam masalah. saya merasa terluka dan berat.


tapi bukan hanya itu tapi teman kelas itu membiarkan saya sendirian dan menjauhi saya. tapi keluargaku tidak mengetahui tentang bully tersebut dan malah tidak percaya/membiarkan dengan masalah trsbut mohon doanya agar saya diberi kekuatan dalam masalah ini amin terima kasih wassalamualaikum


Jawaban: Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.. Terima kasih ya kak, telah bersedia berbagi bersama kami.. MasyaAllah, Tabarakallah, tentu tidak mudah ya kak melalui itu semua..


Kita perlu hati-hati ya kak saat menggunakan istilah trauma. Sebab trauma merupakan hasil diagnosis yg hanya boleh dilakukan oleh profesional dan itu pun penarikan kesimpulan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dan mendalam. Sebab label yg kita sematkan pada diri kita sendiri sangat berpengaruh terhadap penilaian kita terhadap diri yg nantinya juga akan mempengaruhi perasaan serta perilaku kita. Jika memang pengalaman tersebut sangat mengganggu keseharian kakak, kakak boleh membuka diri kepada profesional seperti psikiater atau psikolog ya kak..


Tenaga profesional pun kak, dalam hal ini hanyalah perantara, fasilitator yg membersamai proses kakak. Tentu saja peran terpentingnya tetap berada pada diri kita sendiri. Agar proses bertumbuh kita dapat berjalan dg baik, kita perlu readiness dan willingness ya kak, atau yg disebut juga sebagai kesiapan dan kemauan. Seberapa siap kita menjalani setiap proses untuk berubah menjadi baik dan seberapa besar kemauan kita dalam berproses. Jika kesiapan dan kemauan ini sudah terbentuk dg baik kak, insyaAllah menggerakkan kita pula untuk berproses melalui prosedur yg baik, sehingga semoga kelak juga berdampak baik untuk kondisi kita.


Tak mengapa kak jika kita pernah terluka atau mungkin saat ini sedang terluka. Sebab yang terluka pun juga masih bisa berdaya untuk terus bertumbuh dari luka tersebut. Perlu kita pahami juga bahwa sejatinya setiap orang juga memiliki ujian dan perjuangannya masing-masing. Semoga hal tersebut menguatkan kita bahwa kita tidak sendirian ya kak.. Boleh kita menerima apa yg saat ini sedang kita alami atau rasakan, tapi untuk berdaya kita juga perlu mengusahakan, apa ya yang saat ini bisa kita lakukan?


Tentu untuk mulai berproses tidak mudah ya kak, mungkin muncul keraguan maupun tantangan lainnya. Maka bismillah, kita niatkan untuk beribadah sbg bentuk taat kita kepada Allah yaitu dg menjaga diri kita sebaik mungkin secara fisik maupun psikologis. Agar kita dapat membagikan kebaikan lebih luas lagi. Karena diri kita milik Allah, maka jangan lupa untuk senantiasa memohon pertolongan Allah ya kak.. Semoga Allah jaga kita, semoga Allah mudahkan setiap proses yang perlu kita lalui.. Semoga membantu ya kak, Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-03-06T02:51:02.180Z

View Edits
Like

Assalamualaikum


disaat ingin meluapkan menangis di sajadah/sama Allah agar tenang tapi susah mau menangis padahal hatinya udh sedih dan khusyuk.gimana atasinya..


apakah karena hati terlalu keras atau penyebab lainnya saya udh ibadah.berdoa atau posisi kanan tapi malah menganggu fikiran misal sedih.trauma karena dihina hingga disalahkan tanpa sebab dan sebagainya ketika saat tidur...cara agar tenang saat tidur terima kasih wassalamualaikum


Jawaban: 


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih ya kak, telah bersedia berbagi bersama kami.. MasyaAllah.. Tabarakallah.. semoga Allah senantiasa lembutkan hati kita ya kak..


Penuh sekali sebenarnya rasanya ya kak, dan frustrasi sekali saat begitu ingin meluapkan tapi ternyata malah tidak bisa.. Perlahan coba kita letakkan dulu ya kak, setiap pikiran yg mengganggu segala perasaan yg muncul.

Kakak bisa coba latihan rileksasi untuk menenangkan diri. Kakak boleh sediakan waktu tenang untuk diri sendiri dulu dg memfokuskan untuk tidak melakukan apapun selain rileksasi ini, sengajakan untuk di tempat aman yg memungkinkan kakak tidak mendapatkan distraksi.

Niatkan untuk ikhtiar dalam mengusahakan suatu kebaikan untuk diri kakak.. Sediakan tisu, air putih, dan benda yg membuat nyaman bagi kakak, semisal boneka atau bantal yg bisa dipeluk misalnya, atau aroma terapi seperti minyak kayu putih atau yg lain yg dapat membantu kakak untuk merasa rileks.. Kakak dapat melakukan rileksasi dg posisi duduk atau berbaring.


Jika duduk di kursi, pastikan duduk tegak, kaki menapak di tanah, tangan hingga lengan diletakkan di atas paha. Jika duduk lesehan bisa dilakukan dengan bersila atau kaki lurus, dg punggung tegak namun tidak tegang ya kak

Jika kakak mau melakukannya dg berbaring, boleh berbaring pada permukaan yg datar, kaki lurus, kedua tangan di samping badan, telapak tangan menghadap ke atas.

Selanjutnya kita berlatih napas dalam pada rileksasi ini ya kak, Jika kakak dalam posisi duduk, kakak dapat melakukan bantuan untuk memastikan bahwa kakak bernapas menggunakan otot diafragma atau yg disebut juga sebagai napas perut dg meletakkan tangan kanan di perut dan tangan kiri di dada.

Tarik napas dalam melalui hidung bisa menggunakan bantuan hitungan 1-4, tahan pada hitungan 5-6, dan hembuskan perlahan melalui mulut sambil membentuk kata "huu" panjang pada hitungan 7-10 Ulangi sekali lagi, tarik napas panjang yg dalam melalui hidung pada hitungan 1-4. tahan sejenak selama hitungan 5-6, dan hembuskan perlahan melalui mulut, kali ini sambil membentuk kata "ha" panjang pada hitungan 7-10

Jika selama melakukan latihan ini tangan kakak yg berada di atas perut terasa bergerak, maka teknik yg kakak lakukan sudah betul, yaitu kakak melakukan napas perut namun jika yg bergerak ialah tangan kiri kakak yg berada di atas dada, maka teknik napas yg kakak lakukan ialah napas dada Kita latih terus, usahakan setiap napas yg kita lakukan menggunakan napas perut ya kak..

Tujuannya agar paru-paru lebih banyak menampung oksigen, sehingga membantu kakak rileks Selama melakukan latihan tersebut kakak juga dapat sambil menyelipkan dzikir seperti astagfirullahaladzim atau bacaan laa illa ha illallah ya kak, sekaligus sebagai pengingat bahwa diri ini perlu merendahkan hati dihadapan Allah pemilik seluruh alam raya..


Kakak bisa melakukan latihan ini rutin setiap bangun tidur atau menjelang tidur ya kak.. Jika kira-kira satu pekan sudah rutin dilakukan, bisa ditambahkan dengan selama latihan sambil dikenali pikiran atau perasaan apa saja yg muncul Diterima saja dulu apa adanya, tanpa perlu memburu untuk segera diatasi Di sini kita sedang belajar untuk menerima diri kita apa adanya, tanpa harus selalu mempertimbangkan apa yg seharusnya kita rasakan, apa yg seharusnya kita lakukan, atau tanpa memaksakan diri kita pada kondisi tertentu Apa adanya saja dulu ya kak..


Jika kakak masih kesulitan dan kondisi belum juga membaik, bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari kakak, kakak boleh membuka diri untuk mengikhtiarkan lebih lanjut dg mencari bantuan profesional ya kak.. Kakak dapat menghubungi psikoiater atau psikolog terdekat atau mengajukan konsultasi via Qalboo..


Dan bersamaan dg segala ikhtiar yg kita usahakan, satu hal yg jg penting untuk kita usahakan adalah berserah dan tawakal ya kak.. Kita percaya bahwa Allah Maha Mengetahui Segala Isi, Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu, dan Allah Maha Mengampuni dosa-dosa hambaNya, semoga keterbatasan kita untuk menangis saat sedih, saat mengakui kesalahan kita di atas sajadah tidak mengurangi kesungguhan hati kita dalam bertobat ya kak.. Allah Maha Mendengar bahkan dibisik terlirih kita, Allah Maha Mengetahui bahkan dibalik hal-hal yg tidak kita ketahui.. Semoga Allah mampukan kita melalui fase kali ini ya kak.. Semoga membantu dan Salam Hangat..


Pertama kali diunggah 2023-03-03T02:34:11.736Z

Like
anonymous
anonymous

Assalamualaikum wr wb🙏🏻


Mohon izin bertanya, saat sekitar umur 4/5/6 tahun ,sy mengalami pelecehan seksual o/ suami dri kakak kandung ibu saya.Seiring berjalannya wkt, sya tau klu pelaku ini sangat arogan,n ign menguasai rumah nenek sy. Pelaku memiliki 2 ank prmpuan yg sma toxicnya. Krn, masa lalu sy yg dilecehkan,anak yg toxic, ibu sy sll menyuruh sll untuk mengalah saat ada konflik dgn mrka. Saat ini saya sdh memliki ank n emosi saya kadang meledek ledak menyakiti dri sndri, membnturkan kpla k tembok. Saya sudah b'upaya menahan tapi smkin saya tahan semakin berbahaya seperti bom waktu. Pertanyaan oleh byby

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh kak..

Terima kasih telah bersedia berbagi bersama kami ya kak..


Saya turut prihatin dg apa yg dialami kak

Tentu rasanya sangat tidak nyaman hingga tak tertahankan ya kak..

Salah satu yang boleh diapresiasi kak, saat ini kakak memiliki kesadaran bahwa ada pengalaman masa lalu dan hal lain yg berkaitan dg kondisi kakak saat ini,

Kakak juga memiliki kesadaran bahwa pada kondisi tertentu, saat emosi yang dirasakan begitu hebat, menyadari adanya perilaku tertentu yang muncul.

Dan Alhamdulillah kak, kakak juga diberi kesadaran bahwa kondisi seperti ini jika terus menerus ditahan akan berbahaya layaknya bom waktu


Kesadaran ini kak, tidak semua orang miliki dan kesadaran ini kak, yang insyaAllah akan menjadi modal yang sangat berharga dalam membantu kita untuk proses selanjutnya. Selagi kesadaran ini masih kita rasakan kak, ada hal baik yg sebenarnya dapat kita ikhtiarkan..


Kakak boleh membuka diri untuk memulai berproses dg tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater ya kak


Tujuannya agar kita memperoleh alternatif cara yg lebih aman bagi kita dan orang-orang di sekitar kita saat ledakan emosi tersebut hadir kembali. Sebuah perjalanan untuk berproses tentu memerlukan perbekalan yg memadai ya kak. Selagi memantapkan hati lagi, kakak dapat menguatkan lagi kemauan dan kesiapan kakak dalam berproses bersama tenaga profesional. Kesiapan yang perlu diperiksa lagi kak diantaranya kesiapan finansial, waktu, tenaga, fisik, dan tentu saja kesediaan kakak secara psikologis untuk berproses..


Sembari kakak mempersiapkan diri, ada latihan yang mungkin dapat kakak praktekkan ketika ledakan emosi datang kembali ya kak..


Kakak dapat berlatih napas dalam, atau napas perut.

Saat terasa penuh atau menyesakkan, kakak dapat ambil waktu jeda sejenak sambil meletakkan tangan kanan di dada dan tangan kiri di perut.

Usahakan saat kakak menarik napas rasakan tangan kakak yg berada di perut yang bergerak.

Tarik napas dalam dan perlahan melalui hidung, tahan sejenak dan keluarkan melalui mulut sambil mengeluarkan suara ""ha""

Tarik lagi napas dalam melalui hidung, tahan sejeak, dan keluarkan sambil meniup dari mulut

Tarik napas dalam melalui hidung tahan sejenak dan keluarkan melalui hidung

selagi melakukan latihan napas ini kak, kakak boleh sambil membisikan dengan lembut pada diri kakak

""Terima kasih telah bertahan dan berjuang sejauh ini""

""Maafkan aku diriku, kamu harus melalui semua itu""

""Diriku aku telah memaafkanmu""

""Diriku, aku sangat menyayangimu""


Selamat berlatih ya kak dan semoga membantu

Kakak boleh mencari bantuan untuk mempraktekan latihan tersebut sambil didampingi tenaga profesional untuk hasil yang lebih optimal..

Selamat berproses ya kak, dan Salam Hangat.."


Pertama kali diunggah pada 2022-12-27T07:51:45.331Z

Like

Assalamu'alaikum kak, selamat pagi!



Apakah kejadian ga ngenakin yang dulu kita pernah laluin bisa jadi trauma nantinya? Kalo kita ke-trigger sama suatu kata atau situasi yang berhubungan dengan kejadian di masa lalu, apakah itu termasuk trauma atau anxious aja?


Pertanyaan oleh Sh***

Jawaban: 


Dijawab oleh Kak Nafisah, Konselor Qalboo


Assalamualaikum, saya izin untuk menjawab.



Bismillahirrahmanirrahim, sebelum membahas lebih lanjut mengenai trauma kita bisa membahas dulu pengertian dan definisi dari trauma. Apakah sebenarnya trauma itu? Trauma adalah peristiwa di masa lalu yang berbekas dan mengakibatkan reaksi baik secara fisik maupun psikologis. Reaksi-reaksi ini bisa muncul karena hal-hal yang berasosiasi dengan peristiwa traumatis tersebut. Kemudian, bagaimana trauma itu bisa muncul? Dan kejadian apa saja yang bisa menjadi trauma? Jawabannya adalah semua kejadian yang tidak mengenakan atau menyakitkan bisa menjadi trauma bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat pada kejadian tersebut terjadi. Misalnya adalah, seorang anak yang memiliki trauma untuk berbicara di depan kelas karena sebelumnya pernah ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya. Mungkin kejadian itu terlihat sebagai kejadian yang kecil, namun hal ini bisa menjadi trauma yang berkelanjutan seumur hidup bila tidak ditangani. Kalau anak tersebut mendapat dukungan atau bantuan dari guru pada saat kejadian tersebut terjadi, maka perasaanya tidak tersakiti dan kejadian tersebut tidak menjadi trauma. Oleh sebab itu pada saat mengalami kejadian yang menyakitkan dan tidak mengenakan penting bagi kita mencari bantuan secepat mungkin untuk menghindari munculnya trauma atas kejadian tersebut. Pertanyaan berikutnya, kalau kita ke-triger dengan kata atau situasi yang berhubungan dengan kejadian di masa lalu apakah itu termasuk trauma? Jawaban saya adalah benar, karena itu sudah masuk ke dalam definisi atau pengertian dari trauma. Orang yang memiliki trauma akan mengalami trigger pada saat dihadapkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan trauma tersebut. Kecemasan merupakan salah satu dari reaksi yang muncul akibat dari trauma. Bagaimana cara kita menghadapi kecemasan yang muncul karena trauma? Hal yang dapat dilakukan adalah pada saat kecemasan itu muncul cobalah untuk menghindar ke tempat yang sepi dan jauh dari hal-hal yang dapat men trigger trauma. Tarik nafas yang panjang dan dalam dan cobalah untuk mengobservasi lingkungan sekitar. Kita juga bida berdzikir dan berdoa untuk menenangkan hati dan pikiran kita. cobalah untuk mengalihkan pikiran kita dari hal-hal yang men trigger trauma tersebut. Jika trauma yang dimiliki sudah terlalu parah dan mengganggu dalam aktivitas sehari-hari ada baiknya jika kita mencoba mencari bantuan profesional seperti psikolog.



Sekian jawaban dari saya semoga bisa membantu


Pertama kali diunggah pada 2022-09-19T01:18:46.215Z

View Edits
Like

Assalamualaikum kak izin bertanya



Apakah perilaku anak ketika dewasa yy tdk bsa brtanggung jwab, menyakiti org lain dll itu slalu disebabkan karena pola asuh orgtua ktika kecil-remaja-dewasa ? Pertanyaan oleh di**_si***ni_m***a_3

Jawaban: 


Dijawab oleh Rizki Setyasri, Konselor Qalboo


Wa'alaykumsalam warrahmatullah wabarakatuh kak..


Terima kasih sudah bertanya ya kak..



Ada banyak hal ya kak yang turut berperan membentuk pola perilaku kita


Pola asuh menjadi salah satu faktor yang berperan, namun bukan satu-satunya



Ada faktor biologis seperti genetika, struktur otak, hormon, atau fungsi dari neurotransmitter


Kemudian faktor psikologis seperti kecenderungan kepribadian dan faktor internal lainnya


Ada pula faktor sosial seperti lingkungan yang lebih luas dari lingkungan keluarga


Ada juga faktor perkembangan yang berkaitan dengan pengalaman sebelumnya yang dialami oleh yang bersangkutan



Semoga membantu ya kak,


Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2022-09-18T06:05:58.259Z

View Edits
Like

Assalamualaikum kak.. aku udh belajar berdamai dan memaafkan org2 d masa lalu, wlw kdang msih terbesit kekesalan klo diingat, dan klo brhari2 brhenti nulis jurnal



Aku ada rencana pgn ganti nomor, biar org2 d masa lalu ga ngontek aku lagi. Kalo kita ngasih batasan sprti itu boleh ga kak?

Pertanyaan oleh di**_si***ni_m****_3