top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·
B A
Bunda Aydan

Assalamua'laikum...

saya seorang ibu yang melahirkan seorang anak 2,5 bulan lalu. bbrp mggu setelah lahiran saya dilanda cemas, gelisah, was2 mengenai kematian diri saya sendiri, anak serta suami. selain itu penyakit kronis yang sering sekali muncul di beranda sosmed. bagaimana cara mengatasi ini ya ka, saya merasa kadang gak tenang dalam hidup serasa tidak pantas untuk menikmati hidup 😭. dengan ibadahpun alhamdulillah justru pencutan diri utk beribadah lebih banyak dan yakin sama Allah. tapi kdang firasat seolah2 nyawa mau diambil seketika sering muncul 🥺

Assalaamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh teman2


Alhamdulillah ana mahasiswa semester akhir yang lagi nyusun skripsi. Melihat teman2 yg sudah jauh progres nya diri ini sdikit merasa insecure krna byk kerikil2 yg ditemui sepanjang bimbingan. Sebenarnya udah berusaha Ridho dgn ketetapan Allah karena tidak semua yang kita inginkan itu terbaik menurut Allah, tapi kadang-kadang rasa gelisah, cemas itu dtg tiba2 Teman2 yg sudah pernah berada di posisi ini, hal apa yg dilakukan agar ttp smngaatt ngejalaninya?


Pertanyaan oleh melda_safitri__394

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp. MasyaAllah, memang ya kak berada di fase perjuangan seperti skripsi memang ujian tersendiri, yang benar-benar terasa hanya kita sendirian, teman-teman sudah berprogres sesuai progresnya masing-masing, sehingga muncul rasa insecure, membandingkan diri dengan progres teman, sudah berusaha berproses tapi terasa hasil tidak signifikan. Perasaan gelisah juga tidak dipungkiri menyapa, bahkan termasuk kekhawatiran atas masa depan.


Beberapa hal yang dapat kakak terapkan adalah:


1. Mari melihat perasaan cemas ini hadir sebagai pengingat untuk mengajak kakak tetap terus berproses, dan tidak berhenti. Tapi ketika ia mulai berlebihan, maka mari kita kelola lebih lanjut.


2. Kesulitan dan kemudahan semuanya datang dari Allah, dan setiap kita pasti diuji dengan ujiannya masing-masing, sehingga yang dapat kita lakukan adalah tetap terus melakukan yang bisa kita lakukan, menyerahkan hasil kepada Allah, terus berdoa, terus mengerjakan, berkonsultasi dengan senior yang pernah bertemu dosen pembimbing yang sama, bagaimana cara berinteraksi dengan dosen tersebut dipelajari, memohon doa restu orang tua dan memperbaiki amalan ibadah, tidak hanya berniat untuk mempermudah urusan, tapi semoga menjadi momentum untuk mendekatkan diri ke Allah, bahwa jika nantinya berhasil dan mendapatkan kemudahan, menjadi pengingat bahwa semuanya berasal dari Allah SWT.


3. Mewajarkan kesulitan sebelum kemudahan, mewajarkan kesulitan datang untuk menjadi ajang kita beprroses, ridho dengan keadaan, dan menyadari semua hasil datangnya dari Allah, semoga membantu kakaka merasa lebih lapang.


4. Salah satu upaya menjadi emosi positif adalah dengan banyak bersyukur, apresiasi/hargai setiap progres yang dimiliki, setiap nikmat yang dimiliki, dan tetap menjaga pola hidup, makan dan istirahat yang baik. Makan teratur, insyaAllah keadaan fisik yang prima, menguatkan motivasi dan mental kita. Semoga Allah mudahkan ya kak, InsyaAllah berkah perjuangannya. Terimakasih, salam hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-06-07T09:34:50.290Z

Like

semua teman teman ku sudah serjana. aku susah sekali memulai kerjakan skripsi dan overthinking dengan dosen pembimbing dan dosen penguji, serta insecure teman2 ku sudah selesai semua.


Pertanyaan oleh aenunp*****

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak.. Terima kasih telah bersedia untuk berbagi bersama kami ya kak.. MasyaAllah.. Laa quwwata illa billah.. menantang sekali ya kak saat merasa perlu mulai mengerjakan namun belum bisa memulai karena adanya perasaan tidak nyaman dan pikiran yg terasa mengganggu ya.. Barakallahu fiik kak, semoga Allah mudahkan kita melalui fase kali ini ya..


Bismillah, mari kita coba bedah perlahan ya kak..


Pathway atau jalur di otak kita yg digunakan untuk emosi dan kognisi, atau yg digunakan untuk kita merasakan dan berpikir itu menggunakan "jalan" yg sama ya kak.. Sehingga ketika salah satunya dominan, misal dalam hal ini sedang kuat perasaan yg dirasakan, maka bagian yg lain, yaitu kemampuan kognisi atau berpikir kita akan susah diakses atau digunakan untuk menjalankan fungsinya Jadi ketika kita merasa insecure, merasa tertinggal, kemudian merasa cemas, isi pikiran kita kebanyakan berputar-putar tentang hal itu, demikianlah yg sering kita kenali sbg overthingking ya kak..


Nah, apa ya yg bisa kita lakukan saat sudah merasa terjepit ni dg kondisi merasa tertinggal, tapi ingin mengejar tapi juga khawatir dg kondisi lain seperti dosen pembimbing dan dosen penguji? Maka yg bisa kita lakukan salah satunya adalah dg memproses apa yg sebenarnya kita rasakan ya kak..


Untuk mengenali dan menerima apa adanya yang kita rasakan, kita dapat melakukan latihan relaksasi ya kak.


Latihan ini dapat membantu ketika kita lakukan secara rutin ya kak, dapat dilakukan ketika pagi, sore, maupun malam saat menjelang tidur, atau kapanpun saat kakak dapat melakukannya secara aman tanpa ada gangguan kurang lebih 3-5 menit. Latihan ini dapat kakak lakukan dg mengambil posisi duduk yg nyaman, punggung tegak, dapat dilakukan dg duduk di kursi dan kaki menapak di lantai, atau duduk bersila, atau dg meluruskan kaki ya kak. Letakkan tangan kiri di perut dan tangan kanan di dada ya kak, secara perlahan ambil napas dalam melalui hidung selama hitungan 1-4, tahan sejenak pada hitungan 5-6, dan keluarkan melalui mulut sambil membentuk kata "HA" selama hitungan 7-10, bisa diulangi sekali lagi namun saat mengeluarkan napas melalui mulut sambil membentuk kata "Huu" atau seperti meniup. Latihan ini bisa kakak ulang 2-3 kali kemudian dilanjutkan dg menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Selama latihan rasakan gerakan naik turun dg tangan kiri ya kak, jika demikian maka kakak telah berhasil melakukan napas perut.


Lakukan latihan ini selama beberapa saat dg penuh kesadaran hingga tubuh dan perasaan kakak terasa lebih tenang ya kak. Pada latihan ini kita juga dapat belajar untuk hadir sebagai teman terbaik yg memahami dan menemani diri kita dg sikap penuh kasih sayang dan pengertian. Secara perlahan kakak dapat sambil mengucapkan kepada diri sendiri, Maaf ya diri, kamu harus melalui semua ini, Diriku aku memaafkanmu.. Terima kasih telah bertahan sejauh ini, Aku sungguh menyayangimu, diriku. Diri, mari kita melanjutkan perjalanan kita.. Saat diri kita sudah mulai tenang, hal yg selanjutnya dapat kita usahakan ialah dg mengenali pikiran kita ya kak.. Latihan mengenali isi pikiran kita ini dapat kita telusuri menggunakan Tabel 4P ya kak, yaitu pada peristiwa apa saja, perasaan insecure atau overthingking muncul, dan pikiran apa yg terlintas dalam kepala kita saat mulai mengerjakan skripsi, serta saat itu bagaimana perilaku yg kita tunjukkan?


Tabel tersebut membantu kita untuk mengamati diri lebih baik dalam situasi-situasi tertentu ya kak, dalam hal ini ketika kita menghadapi proses pengerjaan skripsi. Harapannya kita jadi paham apa yg sebenarnya menghambat diri kita saat ingin memulai pengerjaan skripsi. Setelah itu secara bertahap dapat kita coba untuk menemukan alternatif sikap yg dapat membantu kita jd lebih baik ya kak. Alternatif perilaku atau sikap ini dapat kita pilih dg cara mempertimbagkan perilaku apa ya yg sekiranya saat ini, di sini, paling mungkin dilakukan atau diusahakan.


Terkadang kita kesusahan mencari apa yg perlu dilakukan sebab mengharapkan langsung bisa lancar mengerjakan atau malah langsung selesai skripsinya ya kak.. Padahal hal-hal "besar" tersebut bisa kita usahakan dari kumpulan-kumpulan hal sederhana. Jadi tak mengapa ya kak untuk memulai dari hal-hal kecil sederhana yg mungkin terlihat remeh karena progress need process.. Jadi kita mengikhtiarkan bahwa proses yg sedang kita alami, meski perlahan, meski nampak tertinggal, tidak terhenti dan terus berjalan setahap demi setahap. InsyaAllah ketika fokus kita ialah demikian, tanpa terasa hal-hal "besar" itu bisa kita capai ya kak, dengan seizin Allah..


Selain dg mengusahakan dari apa yg ada dalam diri kita, kita juga bisa mengikhtiarkan dg apa yg ada di luar atau di sekitar kita ya kak.. Kakak boleh mulai mengikhtiarkan untuk mencari lingkungan yg mendukung atau support system. Misalnya dg berbagi dg teman yg dipercaya, atau mengerjakan bersama dg teman yg kakak merasa nyaman untuk melakukannya, atau mengikuti teman yg sedang bersemangat mengerjakan mungkin. Sehingga kakak juga mendapatkan penguat dari lingkungan ya kak..


Hal lain yg juga dapat kita ikhtiarkan ialah mengatur lingkungan belajar yg nyaman bagi diri kita. Misalnya dg menemukan ritme kapan ya yg sekiranya kakak bisa konsentrasi mengerjakan skripsi tanpa gangguan, Saat kapan mungkin pagi atau malam, di sekitar jam berapa, atau dg kondisi seperti apa, apakah sambil mendengarkan suara yg menenangkan, atau mungkin yg hening, Jika sudah menemukannya kita juga perlu belajar komitmen dan konsisten dg ikhtiar yg telah kita usahakan ya kak..


Hal yg juga perlu kita perhatikan ialah dg menjaga kesehatan fisik maupun mental kita ya kak.. Istirahat yg cukup, makan teratur, banyak minum air putih, menyediakan waktu untuk aktivitas fisik sekitar 15-30 menit setiap hari, atau melakukan hal yg kakak suka sesekali untuk menjadi selingan agar kita tetap fresh dan semangat untuk jalan terus ya kak.. Terlepas dari segala ikhtiar yg kita maksimalkan, kita juga perlu menambah porsi tawakal kita ya kak..


Sehingga dari semua ikhtiar kita yg paling penting ialah dg senantiasa memohon pertolongan Allah, melibatkan Allah dalam setiap usaha yg kita lakukan.. Menyadari Allah sebagai pencipta kita, mudah sekali membolak-balikkan kondisi hati kita, mudah saja bagi Allah untuk menolong kita melalui hal yg paling sulit saat ini karena hanya Allah Yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu ya kak.. MasyaAllah.. Laa quwwata illa billah.. Semoga Allah mudahkan ya kak..


Apabila insecurity yg kakak rasakan tak kunjung mereda dan kakak memerlukan pendampingan atau penguat untuk mengelola overthingking yg kakak alami, kakak boleh membuka diri mendapatkan bantuan profesional dari psikolog maupun konselor ya kak.. Semoga membantu dan Selamat Berjuang kak! Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-05-31T06:19:31.154Z

Like
Hamba Allah
Hamba Allah

Saya mau minta sarannya, saya umur udah 27, belum nikah, posisi nganggur, kira2 harus gimana ya, malu rasanya


Pertanyaan oleh Anoname

Jawaban:


Dijawab oleh Muhammad Rizky Ramadhan, S.Psi



Bismillah, izin menjawab pertanyaannya ya.


Berada dalam situasi itu tidaklah mudah ya Mas. Melihat teman-teman sekitar sudah ada yang nikah dan bekerja, pastilah rasanya menimbulkan perasaan iri ataupun kecemburuan sosial karena kita gak seperti mereka.



Namun yang perlu diingat adalah, perjalanan setiap manusia berbeda-beda, tidak ditentukan oleh usia. Ada yang usia 27 sudah menikah, ada yang sudah S3, ada yang sudah menjadi manager, ada yang baru mendaftar kuliah, ada yang baru merintis karir, bahkan ada yang sudah meninggal. Semua itu takdir dan rahasia Allah. Nah, tugas kita sebagai manusia adalah ikhtiar dan berdoa, bahwa rencana-Nya lah yang paling terbaik.



Namun, gimana cara ikhtiarnya?


1. Mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Kira-kira, tujuan hidup, value, kelebihan, dan kekurangan yang Mas miliki. Karena dari mengenal diri sendiri, Mas akan lebih mudah untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan.


2. Kemudian, buat tujuan yang realistis dan jelas. Seperti apa yang akan Mas capai dalam 1 bulan kedepan, 2 bulan kedepan dan seterusnya. Lebih baik, tujuannya bersifat SMART. S; Spesific, M: Measurable (Terukur), A; Achievable (Tercapai/Engga), R: Relevant, & T; Time Based (Terukur dengan waktu).


3. Buat langkah-langkah spesifik untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya seperti a) Tujuan, b) Sumber daya yang dibutuhkan, c) Aktivitas yang akan dilaksanakan, d) Hambatan yang akan ditemui, e) Kekuatan/solusi dari hambatan tersebut.


4. Lakukan secara bertahap dan jangan lupa untuk memberikan diri sendiri apresiasi atas kerja keras yang sudah Mas lakukan. Selain itu, Mas juga dapat melakukan self care, dengan melakukan hal-hal yang Mas sukai dan latihan aktivitas mindfulness untuk mengelola pikiran dan emosi negatif yang muncul.


5. Berdoa dan senantiasa untuk belajar hal baru. Berdoa merupakan senjata utama bagi umat muslim, insyaa Allah doa kita didengar oleh Allah SWT. Mas juga bisa menambah pengetahuan dan belajar hal-hal baru dari youtube atau course-course online yang tersedia. Misalkan belajar design, editing video, bahasa asing, excel, belajar agama dll.


6. Memperbanyak relasi dan koneksi dengan orang lain. bisa dengan mencoba untuk mendaftar magang terlebih dahulu, mendaftar volunteering dan sebagainya. Jangan lupa untuk berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki ilmu yang Mas butuhkan.



Mungkin itu tips dari saya, Mas. Semoga Membantu ya.


Wallahu a'lam bishawab.


Pertama diunggah pada 2023-11-25T07:21:39.200Z

View Edits
Like

Assalamualaikum kak aku mau tanya



2020-2021, aku jrang buat story ku k teman2ku. Aku biasanya cma buat story k tmn online yg dirasa aman.



Jawaban:


Dijawab oleh Fadhila Devani, S.Psi., M.Psi, Psikolog


Waalaikumsalam saya coba jawab ya kak. Sangat wajar kakak merasa malu ketika mulai update kehidupan kakak lagi ke teman-teman kakak setelah sekian lama tidak pernah mengupdate kehidupan. Namun, tidak ada sebenarnya hal yang perlu kakak permalukan. Kakak hanya berusaha menjalani kehidupan kakak dan teman-tean kakak tersebut belum tentu memiliki pikiran yang aneh terhadap kakak. Saya yakin rasa malu itu hanya ada di dalam pikiran kakak karena semua orang sudah sibuk untuk menjalani kehidupannya masing-masing. Dan perlu kakak ketahui pula dalam islam, jualan atau berdagang adalah salah satu jalan untuk membuka dan mencari rezeki terbaik dan paling luas. Jadi kakak tidak perlu merasa malu untuk berjualan online dan anggap saja usaha kakak saat ini sebagai bentuk kakak berikhtiar kepada Allah demi keberlangsungan kehidupan kakak sehari-hari. Sekian dari saya semoga hal ini bisa membantu. Wassalam


Pertama kali diunggah pada 2022-09-23T00:39:27.688Z

View Edits
Like

Saya ingin bertanya. ada tetangga yang ngumpul lagi duduk dan saya lewat depan dia semua .tapi saya muak dengan mereka,dia juga memandang saya sebelah mata dan melihat saya tidak punya apa apa , dari wajahnya pun terlihat judes,dan begitu lewat nya. saya memalingkan diri saya dan membawa perasaan positif kalau saya adalah orang kaya di suatu saat nanti.istilah katanya jangan terlalu di bawa perasaan agar perasaan saya , membawakan positif.apakah itu salah? ,Jadi saya lewat dengan perasaan berkata dengan diri saya "dia gatau kalau diri saya suatu saat akan jadi orang kaya , penjelasanya pak/ibu


Pertanyaan oleh s***an_r***__874

Jawaban:


Dijawab oleh Agus Haryatmo, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Bismillah,



Segala puji hanya kepada Allah Subhana wa ta'ala, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Sholallahu 'Alaihi Wassalam.


Afirmasi postif yang anda lakukan sungguh hal yang baik untuk menenangkan diri, namun hal tersebut tidk menyelesaikan maslahah sebenarnya.


Saya tidak tau hal-hal yang terjadi sebelumnya sehingga tema yang berkaitan dengan kekayaan menjadi hal yang lebih sensitif untuk anda.


hal-hal yang lebih penting untuk dilakukan adalah :


1. Belajar menerima diri apa adanya, kaya miskin, ganteng jelek dll itu masuk dalam takdir Alloh, orang msikin tidak akan menjadi rendah kalau dia melakukan hal-hal yang membuat dia menjadi mulia. banyak sekali kisah para sahabat yang menjadi mulia dihadapan Alloh sekalipun mereka orang yang sangat miskin.


2. Coba cek lagi, berapa orang yang meremehkan anda, dalam kasus seperti ini kadang kita mengatakan bahwa semua tetangga meremehkan saya, semua tengga bla-bla namun sejatinya tidak semua seperti itu, hanya karena kita suka menggenarilisir akhirnya membuat ketidaknyamanan kita menjadi meningkat.


3. lebih meningkatkan kesyukuran kita terhadap nikmat dari Alloh.


4. bila perasaan tersebt sangat menganggu kita, apalagi klo sering muncul serta membuat kehidupan normal kita terganggu sebaiknya konsultasi ke psikolog/konselor agar bisa ditangani dengan lebih pas.


semoga Alloh meberikan kemudahan dan ketenangan kepadamu.




Wallahu a’lam bish-shawab




Agus Haryatmo, Psikolog


Clinical Psychology


Pertama kali diunggah pada 2022-09-21T12:16:13.241Z

View Edits
Like

Assalamualaikum


disaat ingin meluapkan menangis di sajadah/sama Allah agar tenang tapi susah mau menangis padahal hatinya udh sedih dan khusyuk.gimana atasinya..


apakah karena hati terlalu keras atau penyebab lainnya saya udh ibadah.berdoa atau posisi kanan tapi malah menganggu fikiran misal sedih.trauma karena dihina hingga disalahkan tanpa sebab dan sebagainya ketika saat tidur...cara agar tenang saat tidur terima kasih wassalamualaikum


Jawaban: 


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih ya kak, telah bersedia berbagi bersama kami.. MasyaAllah.. Tabarakallah.. semoga Allah senantiasa lembutkan hati kita ya kak..


Penuh sekali sebenarnya rasanya ya kak, dan frustrasi sekali saat begitu ingin meluapkan tapi ternyata malah tidak bisa.. Perlahan coba kita letakkan dulu ya kak, setiap pikiran yg mengganggu segala perasaan yg muncul.

Kakak bisa coba latihan rileksasi untuk menenangkan diri. Kakak boleh sediakan waktu tenang untuk diri sendiri dulu dg memfokuskan untuk tidak melakukan apapun selain rileksasi ini, sengajakan untuk di tempat aman yg memungkinkan kakak tidak mendapatkan distraksi.

Niatkan untuk ikhtiar dalam mengusahakan suatu kebaikan untuk diri kakak.. Sediakan tisu, air putih, dan benda yg membuat nyaman bagi kakak, semisal boneka atau bantal yg bisa dipeluk misalnya, atau aroma terapi seperti minyak kayu putih atau yg lain yg dapat membantu kakak untuk merasa rileks.. Kakak dapat melakukan rileksasi dg posisi duduk atau berbaring.


Jika duduk di kursi, pastikan duduk tegak, kaki menapak di tanah, tangan hingga lengan diletakkan di atas paha. Jika duduk lesehan bisa dilakukan dengan bersila atau kaki lurus, dg punggung tegak namun tidak tegang ya kak

Jika kakak mau melakukannya dg berbaring, boleh berbaring pada permukaan yg datar, kaki lurus, kedua tangan di samping badan, telapak tangan menghadap ke atas.

Selanjutnya kita berlatih napas dalam pada rileksasi ini ya kak, Jika kakak dalam posisi duduk, kakak dapat melakukan bantuan untuk memastikan bahwa kakak bernapas menggunakan otot diafragma atau yg disebut juga sebagai napas perut dg meletakkan tangan kanan di perut dan tangan kiri di dada.

Tarik napas dalam melalui hidung bisa menggunakan bantuan hitungan 1-4, tahan pada hitungan 5-6, dan hembuskan perlahan melalui mulut sambil membentuk kata "huu" panjang pada hitungan 7-10 Ulangi sekali lagi, tarik napas panjang yg dalam melalui hidung pada hitungan 1-4. tahan sejenak selama hitungan 5-6, dan hembuskan perlahan melalui mulut, kali ini sambil membentuk kata "ha" panjang pada hitungan 7-10

Jika selama melakukan latihan ini tangan kakak yg berada di atas perut terasa bergerak, maka teknik yg kakak lakukan sudah betul, yaitu kakak melakukan napas perut namun jika yg bergerak ialah tangan kiri kakak yg berada di atas dada, maka teknik napas yg kakak lakukan ialah napas dada Kita latih terus, usahakan setiap napas yg kita lakukan menggunakan napas perut ya kak..

Tujuannya agar paru-paru lebih banyak menampung oksigen, sehingga membantu kakak rileks Selama melakukan latihan tersebut kakak juga dapat sambil menyelipkan dzikir seperti astagfirullahaladzim atau bacaan laa illa ha illallah ya kak, sekaligus sebagai pengingat bahwa diri ini perlu merendahkan hati dihadapan Allah pemilik seluruh alam raya..


Kakak bisa melakukan latihan ini rutin setiap bangun tidur atau menjelang tidur ya kak.. Jika kira-kira satu pekan sudah rutin dilakukan, bisa ditambahkan dengan selama latihan sambil dikenali pikiran atau perasaan apa saja yg muncul Diterima saja dulu apa adanya, tanpa perlu memburu untuk segera diatasi Di sini kita sedang belajar untuk menerima diri kita apa adanya, tanpa harus selalu mempertimbangkan apa yg seharusnya kita rasakan, apa yg seharusnya kita lakukan, atau tanpa memaksakan diri kita pada kondisi tertentu Apa adanya saja dulu ya kak..


Jika kakak masih kesulitan dan kondisi belum juga membaik, bahkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari kakak, kakak boleh membuka diri untuk mengikhtiarkan lebih lanjut dg mencari bantuan profesional ya kak.. Kakak dapat menghubungi psikoiater atau psikolog terdekat atau mengajukan konsultasi via Qalboo..


Dan bersamaan dg segala ikhtiar yg kita usahakan, satu hal yg jg penting untuk kita usahakan adalah berserah dan tawakal ya kak.. Kita percaya bahwa Allah Maha Mengetahui Segala Isi, Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu, dan Allah Maha Mengampuni dosa-dosa hambaNya, semoga keterbatasan kita untuk menangis saat sedih, saat mengakui kesalahan kita di atas sajadah tidak mengurangi kesungguhan hati kita dalam bertobat ya kak.. Allah Maha Mendengar bahkan dibisik terlirih kita, Allah Maha Mengetahui bahkan dibalik hal-hal yg tidak kita ketahui.. Semoga Allah mampukan kita melalui fase kali ini ya kak.. Semoga membantu dan Salam Hangat..


Pertama kali diunggah 2023-03-03T02:34:11.736Z

Like
anonymous
anonymous

Assalamu'alaikum, izin bertanya kak. Ada anak kecil, sering dimarahi dengan nada tinggi kalau melakukan kesalahan, sehingga sepertinya berpengaruh pada perilakunya yang kurang baik seperti kurang percaya diri (di luar rumah), sering takut, kadang susah dinasihati (kalau dilarang suka tidak mau dan marah), sekarang umur anak 8 tahun kurang, apa yang harus orang tua lakukan untuk memperbaiki perilaku anak sehingga perilaku ini tidak berlanjut dan anak bisa berkembang menjadi lebih baik? Pertanyaan oleh straw_berry

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


Bismillah, wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh kak. Terima kasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.


Benar sekali kak, apa yang diterima oleh anak terutama pada usia anak-anak memang akan sangat mempengaruhi dan membentuk bagaimana mereka bereaksi pada suatu keadaan.


Beberapa hal yang bisa orang tua lakukan diantaranya:

1. Membangun kembali hubungan yang lebih hangat dan dekat dengan anak. Bisa dilakukan dengan sering berkomunikasi, ngobrol, diskusi, dan bercerita dengan anak. Sebagaimana dunia anak adalah bermain, maka akan sangat baik jika kita bisa hadir menemani anak bermain dan bermain Bersama anak-anak


2. Dari hubungan yang lebih nyaman dan sehat ini, orang tua bisa membantu anak untuk membangun rasa percaya diri. Hal ini bisa dilakukan dengan mengapresiasi usaha yang sudah anak lakukan (bukan hasil), menoleransi kekurangan dan ketidaksempurnaan yang anak lakukan. bagaimana anak juga sedang mengenali beragam stimulus & keadaan, mengelola diri dan emosinya. Sama seperti kita bisa merasa kewalahan dengan banyak hal, anak-anak juga bisa merawsa kewalahan dalam mengelola stimulus, dirinya senidri dan emosinya.


3. Respon anak yang sering marah ketika dinasehati adalah karena anak belum mampu mengelola emosinya dan ada aspirasi/ suara hatinya yang tidak bisa ia sampaikan, ia kesulitan mengekspresikan dan ia merasa aspirasinya tertolak dan merasa ia tidak dimengerti. sama seperti kita, ini membuat kita tidak nyaman. Mungkin kita sudah memberikan pemahaman mengapa sesuatu hal itu tidak baik dan perlu kita larang. Tapi dari segi emosi, anak memang masih mengelola hal tersebut. Kakak bisa menemani anak ketika masih marah, mungkin masih teriak, kakak bisa menemani disana, tidak melarang, hadir tanpa menghakimi. Karena emosi pasti akan mereda. Anak perlu latihan untuk mengelola meredamkan emosinya sendiri. Jika kita melarang dia mengekspresikan emosinya, maka ia akan menekan emosinya, dan menjadi tidak sehat


4. Orang tua memang diminta untuk lebih bersabar lagi karena hal ini memang tidak mudah. Terlebih ada catatan masa lalu demikian. Tapi InsyaAllah, tidak ada yang tidak mungkin. seiring berjalannya waktu, anak semakin terlatih mengasah emosinya. Orang tua tetap menjaga hubungan yang dekat, hangat dan menjadi teman/sahabat anak tumbuh, InsyaAllah ini membantu anak tumbuh dengan lebih baik. Tentu memperbaiki membutuhkan usaha lebih.insyaAllah, Allah mudahkan.


5. Perbanyak aktivitas Bersama anak yang menyenangkan & permainan edukasi.


6. Meski akan tidak mudah, InsyaAllah pertolongan Allah dekat. Kakak InsyaAllah bisa berproses Bersama anak. Tidak apa-apa jika kita terkadang merasa tidak sempurna sebagai orang tua. Karena kita juga manusia biasa. Sehingga jikalau andai kata kita menjadi terlalu keras, atau terpancing emosi. Tidak apa-apa, jika bisa mendekati anak dan menyampaikan permintaan maaf karena kita sebagai orang tua pun sedang berproses dan belajar menjadi lebih baik. Sehingga anak kita juga bisa bahwa tidak apa-apa menjadi manusia yang tidak sempurna, terkadang membuat kesalahan, dan tetap berani melanjutkan/ melangkah ke depan. Ini menjadi praktek saling memaafkan antara orang tua dan anak sehingga bisa semakin memperbaiki dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak.


7. Menemani anak belajar tentang Allah, Bersama dengan orang tua beribadah, InsyaAllah menjadi salah satu alternative kegiatan meningkatkan kedekatan dengan anak.


Kurang lebih demikian kak. Semoga dapat membantu kakak dan semoga Allah mudahkan dan Allah kuatkan selalu. Allahumma amiin.


Pertama kali diunggah pada 2023-02-05T14:31:43.695Z

Like

Assalamu'alaikum, kak. Gimana ya kak biar ga insecure terus? Kadang suka merasa diri sendiri ga punya nilai, ngerasa rendah banget, ngerasa belum bisa ngasih dampak apapun ke sekitar, ngerasa paling belakang banget gitu. Sebagai manusia ciptaan Allah, kita harus punya nilai seperti apa kak? Kan kalo ikutin kata orang ga ada abisnya dan bisa beda-beda gitu ya. Kalo yang dipengenin Allah gimana kak? Thank you, kak. Have a nice day! Pertanyaan oleh sh*n*

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, terimakasih ya kak sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.


MasyaAllah luar biasa sekali pertanyaannya,


Jika kita terus melihat kekurangan kita dan membandingkannya dengan orang lain, dalam kadar yang tepat bisa menjadi koreksi untuk memperbaiki diri ke depannya, tapi jika berlebihan & dari sudut pandang yang tidak sehat, justru membuat kita merasa rendah diri, merasa sedih dan pesimis.

Sehingga, Allahmengajarkan kita untuk tidak selalu melihat kepada orang lain. Untuk tidak iri dengan apa yang dimiliki orang lain. Karena setiap kita diberi porsinya masing-masing.

Jatah rejeki, porsi kelebihan, porsi kekurangan, porsi ujian, porsi keberkahan, semuanya berbeda dan kita memiliki berkah, nikmat dan ujiannya masing-masing, yang berbeda.

Allahpercaya kita mampu, bahkan ketika kita tidak merasa mampu. Sehingga, dalam hidup kita jangan hanya melihat ke diri kita sendiri, tapi bagaimana cara Allahmelihat kita, dan betapa Allahsayang sekali dengan kita, betapa Allahmengamankan kita, betapa Allahselalu terus ada untuk membimbing dan mengarahkan kita.


Allahmenciptakan kita sudah dalam takaran sebaik-baiknya, tidak hanya perkara rupa, tapi semua persiapan dan kesiapan sudah Allah instal di dalam diri kita, nah tinggal kita bagaimana mengolah semua potensi yang sudah Allah tanamkan dalam diri kita semaksimalnya.

Potensi itu bisa sesuatu yang belum kita pahami (bakat, kelebihan, keterampilan atau keahlian yang belum kita asah) atau semua yang ada pada diri kita ini, adalah modal paket komplit yang sudah Allahsiapkan untuk kita.

Sehingga, ini menjadi motivasi untuk kita, bahwa apa yang sudah Allah berikan ini, harus kita maksimalkan untuk kembali mengesakan Allah, untuk kembali digunakan untuk berkegiatan dan bermanfaat bagi sesama, sebagai jalan kita beribadah kepada Allah, usaha kita mengolah diri kita, menemukan keterampilan keahlian, memproses diri kita supaya bisa bergerak dan bermanfaat dengan tujuan mensyukuri apa yang sudah Allahkasih ke kita.


Sehingga, tidak peduli sejauh apa orang lain berlari, yang penting adalah sudahkah kita mencoba. Allahtidak ingin usaha yang serta merta sempurna dan besar. Allahlebih suka usaha yang sedikit demi sedikit tapi konsisten. Termasuk kita mulai berkegiatan, bermanfaat, berkembang dan belajar sedikit demi sedikit yang mampu kita lakukan.


Saya yakin kakak sebenarnya memiliki potensi, modal, yang sudah Allahinstall khusus bagi kakak, yang mungkin belum kakak sadari, belum kakak kembangkan. Dan potensi atau modal itu tidak harus sesuatu bakat yang ekstraordinary, potensi itu bisa dilihat dari kita bisa berjalan, kita bisa menulis, kita bisa melihat, nah dari sini bagaimana modal kelengkapan tubuh dan pikirn ini bisa kita persembahkan untuk melayani Allah, yaitu menjadi bermanfaat bagi sesama, dengan bekerja dan terus mau belajar.


Jika kita melihat orang lain tampak sudah sangat jauh, Alhamdulillah, dengan perasaan belum banyak bermanfaat ini, tidak kita gunakan untuk memarahi/menghukum/memaki diri sendiri yang menjadikan kita merasa rendah diri, tapi bisa kita syukuri ini menjadi alarm untuk mulai bergerak.


Ucapkan terimakasih karena sudah bisa melihat kekurangan diri (karena tidak semua orang bisa mengintrospeksi kekurangan diri) yang bisa jadi modal, titik balik, untuk melakukannya dengan lebih baik dan sepanjang perjalanan kita bisa terus belajar.


Nilai apa yang Allahingin kita punya? Allahmenciptakan manusia dan jin, tidak lain tidak bukan untuk menyembahkan Allah. Allahmengajarkan kita untuk selalu mau belajar, untuk selalu mau memperbaiki diri, untuk selalu ingat Allah, untuk menjadi orang yang lurus, membawa kebaikan, Allahah ingin kita menjadi orang yang bahagia karena Al Quran diturunkan kepada kita sebagai kabar gembira.


Maka sejatinya tolak ukur kita berubah, dan alasan utama untuk bergerak bukan karena merasa tertinggal orang lain, atau ingin seperti orang kebanyakan, tapi menjadi seperti apa yang Allahsukai, menjadi seperti orng-orang yang Allahcintai. Yang demikianlah yang kita tiru bersama menjadi teladan. Nilai-nilai kehidupan yang dapat kita kembangkan ini bisa kita contek, kita pelajari dari cara Nabi Muhammad berperilaku, berkegiatan, bersikap semasa hidup beliau. Semoga membantu kak, dan semangat terus ya kak, untuk selalu memperbaiki diri dan mau belajar. Semoga kakak, dan kita semua selalu dalam bimbingan Allahdan menjadi orang-orang yang Allah sayangi, Amiiin.


Pertama kali diunggah pada 2022-10-24T18:03:24.126Z


Like

    Tentang

    Kumpulan tanya jawab dengan Psikolog dan Konselor Qalboo. Q...
    bottom of page