top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·

Halo kak izin bertanya, tadi aku baru saja mengecewakan teman-teman kelompokku. Kami diberi tugas untuk presentasi online, perwakilan saja. Teman sekelompokku punya kesibukan semua. Sedangkan aku lagi punya waktu luang. Seharusnya aku yang inisiatif menjadi perwakilan. Tapi aku sedang punya problem dengan diri sendiri yang gabisa aku jelasin ke mereka. Aku juga ga percaya diri. Hingga akhirnya presentasi pun dilakukan oleh mereka. Padahal mereka juga sudah berkorban banyak sebelumnya. Aku bisa merasakan kekesalan mereka. Iya aku juga kalo jadi mereka kesel. Aku merasa bersalah banget. Aku merasa jadi beban banget. Merasa ngga berguna. Apalagi kontribusiku buat projek ini terbilang kecil. Aku gatau kalau besok ketemu mereka, sikapku harus gimana. Kondisiku akhir2 ini memang sedang berantakan sekali, tambah cemas memikirkan hal ini. Ya Allah..

Mohon pencerahannya kak, terimakasih banyak

Hamba Allah
Hamba Allah

Bismillaah


Assalamu'alaykum


Semoga Allah selalu melindungi dan memberkahi tim Qalboo juga seluruh kaum muslimin... Aamiin


Adakah langkah2 realistis yang bisa disarankan untuk perasaan cemas pada situasi sosial, salah satu bentuknya merasa tidak nyaman untuk dipersepsikan orang lain? Karena cukup menghalangi dan membatasi aktivitas, seperti tidak mau bertanya walau tidak mengerti, tidak mau proaktif karena takut salah, takut walau hanya untuk mengobrol santai.. dan secara keseluruhan rasanya tidak nyaman..


Sbrp jauh seseorg dg kecemasan sosial bs mengembangkan sisi kepemimpinannya dg baik?


Pertanyaan oleh a**ya_n*s*a_f._673

Jawaban:


Dijawab oleh Nafisah, M.Psi., Psikolog


Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih sudah bertanya menggunakan Qalboo QnA. saya izin menjawab dan menanggapi pertanyaan dari kakak.


terus menerus menghkahwatirkan bagaimana orang lain akan mempresepsikan akan membuat kakak menjadi overthinking dan cemas. karena pikiran dan prespi orang adalah sesuatu di luar kendali kita. sama dengan takut salah atau takut menyinggung perasaan orang. hal ini membuat kakak menjadi peragu dan pencemas dan tentu saja tidak akan berdampak baik pada kesehatan mental kakak.


saya rasa satu hal perlu kakak ingat adalah ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kakak kendalikan, seperti arah angin bertiup, gerakan awan, gerakan bumi. hidup dan mati dan lain-lain. begitupula dengan perasaan dan pikiran orang lain. tentu saja kakak tidak bisa mengendalikan bagaimana seseorang bepikir atau bagaimana cara mereka berperilaku. jika kakak terus menerus mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa kakak kendalikan kakak akan menjadi cemas, overthinking dan hidup kakak tidak nyaman. kakak perlu memahami, untuk tidak fokus pada hal yang tidak dapat kakak kendalikan, kakak cukup fokus pada apa yang bisa kakak kendalika yaitu perilaku dan perasaan kakak. saat kakak melepas hal yang tidak bisa kendalikan dan fokus pada apa yang bisa kakak kendalikan, hidup kakak akan menjadi lebih damai dan tenang. memang ini bukanlah hal yang mudah, namun kakak bisa mencoba secara perlahan-lahan. ketika kakak akan melakukan sesuatu jangan fokus pada apa reaksi atau respon orang lain, tapi fokus pada apa respon dan reaksi dari diri kakak sendiri.


takut akan kesalahan adalah sesuatu yang wajar, karena semua orang pasti tidak mau membuat kesalahan. namun itu sebenarnya tidak benar, karena qadarullah yang namanya manusia itu tidak sempurna dan kita tidak lalai dari kesalahan. namun yang terpenitng adalah bagaimana reaksi seseirang setelah melakukan kesalahan tersebut. ada orang yang ketika melakukan kesalahan tidak menerima kesalahan mereka dan berusaha membenarkan diri mereka, namun ada juga orang yang ketika melakukan kesalahan mereka menerima kesalahan tersebut dan belajar dari kesalahan. ketika seseorang takut membuat kesalahan mereka menjadi takut mencoba dan ketika seseorang takut mencoba mereka tidak akan bisa maju dalam hidupnya. oleh sebab itu kakak janganlah takut membuat kesalahan. kesalahan itu merupakan peluang untuk belajar, karena bagaimana kita bisa tahu cara yang benar jika kita tidak tahu apa yang salah. beranikalah diri kakak untuk mencoba apapun hasilnya baik itu benar dan salah, kakak akan bia berkembang dan maju menjadi pribadi yang lebih berani.


sekian jawaban dan tanggapan dari saya, semoga jawaban dan tanggapan yang saya berikan bisa membantu kakak dalam menghadapi permasalahan kakak saat ini. jazakallah khairan



Pertama diunggah pada 2023-11-20T02:56:03.084Z

Edited
Like
Hamba Allah
Hamba Allah

izin bertanya kak, gimana caranya menyikapi perasaan tidak enak kepada orang lain?


Pertanyaan oleh w**da****s**__43

Jawaban:


Dijawab oleh Jayanti Wulandari, M.Psi., Psikolog


Bismillah,

Terima kasih sudah menggunakan layanan aplikasi Qalboo.


Ketika merasa tidak enak dengan orang lain, yang pertama kakak bisa mencoba untuk menerima rasa tidak enaknya. terima semua perasaan tersebut dengan wajar dan secukupnya. jika sudah, coba pelan" untuk belajar mengatakan secara langsung kepada yang bersangkutan. belajar untuk mengatakan apa yang kakak rasakan dan apa yang kakak inginkan. belajar untuk mengatakan tidak jika memang kakak tidak bisa memenuhi keinginan orang tersebut. sampaikan dengan baik, seperti coba kakak sampaikan dulu pemahaman kakak tentang ajakan orang tersebut. berterima kasih karena sudah memberikan kesempatan ke kakak. setelah itu baru kakak sampaikan jika kakak tidak bisa. semoga terjawab.


Untuk kedepannya jika akan mengajukan QnA, boleh dituliskan dengan lengkap dan jelas permasalahannya ya kak. agar bisa kami bantu menjawab secara lebih rinci. syukron.


Pertama diunggah pada 2023-11-25T06:17:40.936Z

Edited
Like

Assalamualaikum ka maaf mau tnya


Narsistik dalam arti sebenarnya kan sseorg yg arogan, mrasa dirinya lebih terbaik dri siapapun ya


Nah, kalo ada laki2 yg sering selfie brrti kan bkn narsistik ya. Kalo ada yg sring2 selfie kya gtu itu scara psikologis adakah penamaannya ?


Pertanyaan oleh D**i_s*****_m***_3

Jawaban:


Dijawab oleh Fadhila Devani, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Waalaikumsalam saya coba jawab ya kak. Perlu dipahami bahwa setiap orang terlahir dengan kepribadian yang berbeda-beda dan terdapat beberapa kepribadian yang saling menonjol satu sama lain di tiap kepribadian orang-orang dan itu merupakan hal yang normal. Suatu kepribadian dianggap gangguan jika kepribadian tersebut sampai menganggu aktifitas sehari-hari baik pada diri sendiri maupun relasi pada orang lain. Jadi jika kepribadian tersebut tidak menganggu diri sendiri dan relasi dengan orang lain, bisa jadi memang seperti itu karakter dari kepribadian yang ia miliki. Sehingga berbeda artinya antara orang yang memiliki gangguan narsistik dan orang yang hanya memiliki kepribadian narsisme. Jadi jika ada orang yang senang melakukan selfie bisa saja dia tipe orang yang percaya diri dan senang atas wajah yang ia miliki. Begitu jawaban dari saya kak semoga membantu.


Pertama diunggah pada 2022-10-04T02:06:33.899Z

Edited
Like

Bismillah, mau nanya dong


Bagaimana sih mencari jati diri dengan baik, tapi melibatkan Allah jugaa

Pertanyaan oleh F*r**

Jawaban:


Dijawab oleh Yana Damayanti S,Psi., M.Psi., Psikolog


Assamualakum warrahmatullah wabarakatuh kak, Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari kakak. Kita adalah manusia yang unik dan memiliki karakter yang berbeda. Mungkin bisa kita memulai dengan menemukan kelebihan dan potensi apa yang kita miliki dengan memperluas lingkungan islami yang masih berada di jalan allah. Ada dua tujuan manusia diciptakan yang saling terkait yaitu dijadikan khalifah dimuka bumi (memimpin diri kita sendiri) dan untuk beribadah kepada Allah. Sehingga kita mampu mencari jati diri ketika kita memahami tujuan allah menciptakan manusia. Allah sudah membekali kita semua dengan potensi yaitu hati dan akal yang cukup sehingga perlu bagi kita untuk memanfaatkan potensi yang kita punya. Selain itu perlunya kita juga memiliki lingkungan dimana yang dapat mengembangkan diri kita dan tidak berhenti belajar mengenai hal hal baru di lingkungan sekitar. Semoga dapat membantu, Terimakasih


Pertama kali diunggah pada 2022-09-27T09:06:59.381Z

Edited
Like

Assalamualaikum kak maaf mau tanya


Klo dari segi tauhid kan mengenal diri itu mmbuat kita mampu mengenal Allah ya


Klo misal mengenal diri nya lewat ilmu psikologi sprti mengenali perilaku kita, dll lwt journaling.. apakah bsa mnjadikan kita mengenal Allah ?


Soalnya aku prnh liat2 d akun pra nikah gtu.. mngenal diri jga plus nya bkin kita mengenal Allah.. tpi disana juga ada pengisi psikolog islam


Jd aku penasaran gtu mengenal diri yg dimaksud apakah sama akan berujung pd mengenal Allah


Pertanyaan oleh Di**** S****** Mu**

Jawaban:


Dijawab oleh Fadhila Devani, S.Psi., M.Psi., Psikolog


Waalaikumsalam saya coba menjawab ya kak. Journaling memang bisa juga menjadi jembatan bagi kita untuk mengenali diri sekaligus mengenal Allah SWT seperti membuat gratitude journaling. Gratitude Journaling berisi bagaimana bentuk kita mensyukuri hal-hal yang terjadi di dalam diri dan hidup kita yang dituangkan ke dalam tulisan di jurnal. Sehingga journaling ini secara tidak langsung bisa menjadikan ajang kita bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan ke kita yang terbaik untuk diri kita. Kurang lebih seperti itu semoga membantu kak.


Pertama kali diunggah pada 2022-09-27T03:14:01.075Z

Edited
Like

Ada yg isfj jg ga? Kenapa ya susah bgt mengekpresikan perasaan selain senang ke org ybs misal teman, keluarga, org terdekat. Selalu menghindar/ngilang, berdiam diri dlu. Adakah yg tau gimana solusinya?


Pertanyaan oleh Just_human


Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog

Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih telah berbagi bersama kami ya kak..


Waah, menantang sekali ya kak saat merasa perlu menyampaikan apa yg kakak rasa pada orang terdekat, namun kok rasanya susah sekali yaa.. Memang pola perilaku kita atau sikap kita dalam menghadapi suatu masalah berkaitan dg tipe kepribadian kita. Namun, manusia itu dinamis sekali ya kak, kita dapat terus belajar, bertumbuh, berproses dan pulih. Memahami tipe kepribadian yg kita miliki saat ini memang dapat membantu kita lebih mengenali pola-pola tertentu dalam diri kita ya kak, namun kita juga perlu hati-hati untuk tidak menyematkan label pada diri kita yg nantinya justru membatasi kita untuk terus bertumbuh.


MasyaAllah, Tabarakallah, dari cerita kakak saya liat kakak dapat menyadari kondisi kakak dg baik ya, Saya cukup yakin kesadaran tersebut diperoleh dari proses belajar yg tidak sedikit, Semoga senantiasa Allah jaga semangat belajarnya ya kak..


Dalam psikologi memang dikenal ada beberapa pola pertahanan diri seorang individu dalam menghadapi tantangan di depannya kak, Dua diantaranya seperti yg telah kakak sebutkan, yaitu flight seperti menghilang atau menghindari masalah yg tengah dihadapi dan freeze atau berdiam diri. Satu yg lainnya ialah fight atau berani menghadapi masalah yg tengah terjadi.


Mana yg paling baik?

MasyaAllah laa quwwata illa billah ya kak, manusia diciptakan dg paket lengkap, ketiga pola pertahanan diri tersebut kesemuanya memang diperlukan diri kita saat menghadapi masalah Ada kalanya kita perlu ambil jeda dulu saat menghadapi masalah, kita perlu melihat dari kejauhan untuk memahami dg lebih baik. Ada masanya kita perlu merenung, mencerna dulu apa yg sebenarnya terjadi sebelum bertindak, namun pada akhirnya mau tidak mau, untuk terus bertumbuh kita perlu menghadapinya satu persatu.


Bagaimana caranya agar kita bisa menggunakan ketiga pola tersebut dg sehat? Maka yg bisa kita lakukan adalah belajar mulai menyadari. Menyadari kondisi kita, menyadari situasi yg tengah kita hadapi, dan menyadari pola pertahanan diri yg saat ini kita gunakan.


Dari cerita kakak, nampaknya kakak sudah menyadari beberapa diantaranya ya.. Kakak telah menyadari pola pertahanan diri yg saat ini sedang digunakan ialah kebanyakan flight dan freeze Kakak juga menyadari pola tersebut kakak gunakan dalam situasi saat ingin mengekspresikan perasaan yg mungkin tidak mengenakan begitu ya kak kepada orang terdekat. Nah langkah selanjutnya yg bisa dieksplorasi adalah perlahan kakak belajar menyadari apa ya yg sebenarnya kakak rasakan, atau yg membuat kakak kesulitan mengekspresikan emosi kepada orang terdekat? Apa ya yg sebenarnya terjadi dibalik pola pertahanan diri yg tengah dilakukan?


Tentu dalam proses mengaktifkan kesadaran ini kita perlu objektif dulu ya kak, kita perlu dalam keadaan netral. Kita letakkan dulu segala macam penilaian yg telah kita dapatkan sebelumnya baik mengenai diri kita maupun lingkungan kita. Dengan segala kerendahan hati dan penuh perhatian kita berusaha untuk mengenal lagi sisi-sisi diri kita yg mungkin selama ini belum kita ketahui.


Selama proses ini mungkin kakak akan menemukan bahwa ada hal-hal yg berada dalam kuasa kita untuk dapat kita kendalikan dan ada hal-hal yg berada di luar kuasa kita untuk dapat kita kendalikan. Misalnya kakak kesulitan mengekspresikan apa yg kakak rasakan karena memang lingkungan kakak tidak memberikan ruang aman bagi kakak untuk melakukannya. Dalam hal ini mari kita fokuskan usaha kita pada hal yg dapat kita kendalikan ya kak, yaitu perasaan kita, pikiran kita, perilaku kita. Sedangkan sikap orang lain, penilaian orang lain, perasaan orang lain itu merupakan hal yg berada di luar kuasa kita, sehingga tidak dapat kita kendalikan.


Tujuannya agar kita dapat terus bergerak ya kak, apapun permasalahan yg tengah kita lakukan, kita dapat berfokus pada apa yg bisa aku lakukan saat ini, atau apa yg bisa aku perbaiki dari diriku dalam kondisi saat ini. Bagaimana jika masalahnya ada di luar kuasa kendali kita? Maka kita meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa, Allah SWT untuk membantu kita melalui proses perjalanan yg memang semestinya perlu kita jalani. Semoga dimudahkan prosesnya ya kak..


Jika memang pola pertahanan diri yg saat ini kakak gunakan dirasa tidak membantu atau justru mengganggu fungsi keseharian kakak, kakak boleh membuka diri untuk mencari bantuan profesional ya kak. Kakak dapat menghubungi konselor atau psikolog yg paling memungkinkan untuk diakses. Semoga membantu dan selamat bertumbuh kak.. Salam Hangat.


Pertama kali diunggah oleh 2023-03-28T06:28:14.520Z

Like

Assalamualaikum kk mau tnya Klo laki2 kan fitrah maskulin dia mau berusaha, bekerja, ga meminta ke prempuan Klo ada laki2 yg minta2 uang ke prempuan itu adakah psikologisnya trganggu ?


Pertanyaan oleh  d*n*_s*sw*n*_m*l**_3

Jawaban: Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog  Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh Terima kasih ya kak untuk pertanyaannya..


Hmm.. untuk memutuskan apakah seseorang memiliki gangguan psikologis atau tidak tentu memerlukan pemeriksaan psikologis secara komprehensif dan menyeluruh yang dilakukan oleh profesional ya kak, Kita tidak bisa buru-buru menyatakan apakah seseorang mengalami gangguan psikologis melalui salah satu perilakunya saja


Sebisa mungkin kita coba untuk tidak menghakimi orang lain ya kak, karena kita pun juga pasti tidak nyaman ya ketika tiba-tiba dihakimi oleh orang lain hanya dengan satu bentuk perilaku kita tanpa adanya penjelasan yang lain. Mungkin yang bisa kita lakukan saat ini adalah mencari tahu dulu ya kak Dengan dasar kepedulian dan keingin tahuan, apa ya yang sebenarnya menjadi alasan dia menunjukkan perilaku tersebut


Hal ini bisa dilakukan dengan mengamati kegiatan dia pada situasi-situasi yang lain dan kalau memungkinkan juga dengan berbincang dengannya, namun kita tetap perlu menjaga adab dalam berinteraksi dengan lawan jenis agar tetap sesuai dengan ajaran agama kita ya kak.. :)


Sebab perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang terbentuk melalui interaksi yang kompleks dari beragam faktor seperti misalnya cara berpikir, lingkungan, kebiasaan dalam keluarga, dan lain sebagainya. Semoga menjawab ya kak, dan semangat terus belajarnya! Salam Hangat. Pertama kali diunggah pada 2022-10-07T07:43:24.102Z

Edited
Like

    Tentang

    Kumpulan tanya jawab dengan Psikolog dan Konselor Qalboo. Q...
    bottom of page