top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh. Qadarullah, saya sedang proses ta'aruf. Bagaimana cara agar tidak takut jika diajak tinggal dengan mertua? Bagaimana cara mengkomunikasikan kepada ikhwan bahwa saya tidak mau tinggal dengan mertua? Semoga Allah memberkahi tim Qalboo.


Pertanyaan oleh sukaalpukat

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog

Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih telah bersedia berbagi bersama kami ya kak..


MasyaAllah.. Laa quwwata illa billah.. Barakallahu fiik kak, semoga Allah lancarkan proses ta'arufnya, dan selama menjalaninya baik kakak maupun calon dan keluarga selalu dalam lindungan terbaik Allah..


Mungkin ada banyak cerita yg sampai pada kakak dan mengabarkan begitu menantangnya tinggal bersama mertua ya kak.. Cerita-cerita tersebut, mau tidak mau akhirnya berkaitan dg cara pandang kita dalam menyikapi keputusan tinggal bersama mertua. Cara pandang tersebut pun berkaitan pula dg berbagai perasaan yg timbul, dan kini tengah kita rasakan, salah satunya rasa takut. Beberapa cerita tersebut mungkin benar ya kak, atau terjadi pada orang-orang tedekat kita, namun juga belum tentu akan terjadi hal yg sama pada kita ketika kita yg menjalaninya. Di satu sisi, tinggal secara mandiri pun juga tak berarti tanpa tantangan.


Lantas bagaimana cara kita menghadapinya? Justru dg kita menyadari dan menerima, kemudian untuk kita telusuri perasaan takut tersebut. Tak mengapa jika saat ini kita merasa takut dg apa yg mungkin akan kita hadapi kak, diterima saja terlebih dahulu se-apa-adanya. Karena rasa takut, maupun perasaan lain yg kita rasakan jg dapat membantu kita, berfungsi sbg alarm pengingat untuk diri kita, dalam mempersiapkan menghadapi sesuatu dg lebih baik. Salah satu persiapan yg dapat kita lakukan saat ini ialah dg mengenali dua hal, kondisi yg akan kita hadapi, dan yg terpenting ialah kondisi diri kita sendiri. Dari berbagai cerita yg kakak dapatkan, boleh kakak telusuri lagi tantangan hidup dg mertua itu seperti apa bentuk realnya. Kemudian tidak hanya berakhir pada cerita tentang betapa tidak nyamannya saja, namun juga kira-kira bagaimana mengantisipasi kondisi tersebut. Hal ini kita lakukan untuk berusaha mengenali kondisi yg akan kita hadapi dan antisipasi yg mungkin diperlukan. Selanjutnya, kita dapat secara perlahan memeriksa kondisi diri kita ya kak. Kita belajar jujur pada diri sendiri, secara netral dan terbuka, tanpa kecenderungan apapun, untuk merefleksi lagi apakah diri kita sekiranya memungkinkan untuk menghadapi tantangan-tantangan yg mungkin serupa. Apakah diri kita memiliki kemampuan aau keterampilan yg cukup memadai untuk mengantisipasi tantangan tersebut seandainya kita yg menjalaninya.


Apabila kakak telah mendapatkan gambaran perkiraan tantangan yg akan dihadapi dan kemampuan kakak dalam mengantisipasi tantangan tersebut, langkah selanjutnya yg dapat dilakukan adalah dg konfirmasi ya kak. Kita perlu memeriksa lagi, melakukan konfirmasi dg orang-orang terdekat kita, meminta pendapat mereka yg mungkin sudah berpengalaman atau memiliki pengalaman serupa, untuk konfirmasi apakah sekiranya tantangan yg kakak ketahui ketika hidup bersama mertua benar adanya demikian gambarannya. Kakak juga perlu melakukan konfirmasi apakah kemampuan atau keterampilan antisipasi yg kakak miliki tidak kurang atau justru berlebihan dalam kakak menilai diri sendiri. Konfirmasi ini dapat dilakukan dg mendiskusikan pada orang-orang terdekat, seperti keluarga, kerabat, teman dekat, maupun calon ya kak..


Selanjutnya, baik konfirmasi yg kakak peroleh, maupun perasaan takut yg kakak alami, boleh dikomunikasikan secara positif dg calon ya kak, Salah satu tekniknya menggunakan i-messege. Teknik ini dapat dimulai dg kakak menyampaikan terlebih dahulu kepada calon, apa yg sedang kakak rasakan pada suatu situasi tertentu, dalam hal ini misalnya ketika kakak merasa takut, kemudian sampaikan pula apa yg menjadi harapan kakak kedepannya. Misalnya "Aku merasa takut untuk tinggal bersama mertua, aku harap kita bisa mendiskusikan dimana tempat tinggal setelah kita menikah nanti" atau boleh kakak sebutkan harapan atau solusi lainnya yg mungkin membantu ya kak. Tentu saja dalam penyampaiannya kita perlu hati-hati ya kak, perlu memahami betul kondisi kita apakah sedang memungkinkan untuk menyampaikan dg santun, dan kondisi calon apakah sedang memungkinkan untuk kita ajak bicara dg baik. Tujuan komunikasi yg dilakukan untuk membangun kerjasama yg lebih baik ya kak, apa yg kakak rasakan, tantangan yg sedang hadapi, dan peran dari masing-masing seperti apa yg terbaik yg dapat dilakukan dalam menghadapi permasalahan yg mungkin dihadapi kedepannya. Sehingga harapannya kakak dan calon dapat pula mendiskusikan jalan tengah terbaik untuk kondisi yg saat ini tengah dialami ya kak..


Terlepas dari usaha yg kita ikhtiarkan, hal paling penting ialah dg kita senantiasa memohon pertolongan Allah ya kak, Semoga Allah mampukan kita menghadapi ketakutan-ketakutan kita, Semoga Allah senantiasa melindungi kita dalam setiap proses yg perlu kita lalui, Jika kakak merasa sangat terganggu dg rasa takut yg sedang dialami saat ini, atau dalam masa ta'aruf ini kakak memerlukan pendampingan secara profesional, kakak boleh membuka diri untuk mencari bantuan profesional dg melakukan konsultasi pranikah dg psikolog atau konselor ya kak.. Selamat berproses kak, dan Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-06-14T23:42:41.670Z

Modifié
J'aime

Assalamualaikum kak.

Ayah saya baru berpulang 22 Maret 2023 tepat 1 hari sebelum puasa kemarin. Lalu, di akhir Mei ini, seminggu yang lalu, calon pasangan mengatakan bahwa ibunya bilang hubungan ini tdk bisa dilanjutkan. Ibunya tidak merestui untuk menikahi saya. Saya sedih kak. Ada 2 fase yang harus dijalani sekaligus saat ini. Kadang saya masih menangis teringat ayah. Ditolak calon mertua juga membuat saya semakin sedih. Ini sudah hari ke 9 setelah calon mengatakan hal tersebut dan saya masih seringkali menangis tiba2 dan bisa dimana saja. Apa yang harus saya lakukan kak?

Pertanyaan oleh a**_**ma_nugr*****_2

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog



Wa'alaykumsalam warrahmatullahi wabarakatuh Terima kasih ya kak, telah bersedia berbagi bersama kami.. Innalillahi wa innailaihi rojiun, turut berduka cita ya kak, semoga Almarhum ayah diampuni segala dosa, dan diterima segala amal baiknya.. aamiin.. Sangat berat ya kak rasanya ketika berturut-turut Allah uji dg kehilangan orang-orang yg kita sayangi.. Semoga Allah mampukan kita melalui setiap ujian yg perlu kita jalani dg baik ya kak.. Barakallahu fiik kak, semoga ujian kali ini semakin mendekatkan kita pada Allah..


Hal pertama yg dapat kita lakukan ialah dg memberi waktu bagi diri kita sendiri, untuk membolehkan diri kita sendiri merasakan dan menerima rasa sedih maupun duka mendalam yg sedang dirasakan. Terlebih mengingat terdapat dua peristiwa kehilangan secara berturut-turut, yg tentunya kita memerlukan waktu dan proses untuk mencerna, memahami dan menyesuaikan kondisi yg sdg kita hadapi. Dengan menyadari perasaan yg sdg dialami, kita juga boleh ya kak mengakui bahwa kondisi, bahwa kejadian saat ini memang sebuah fase yg berat untuk dijalani. Jika kita belajar dari kisah Rosullullah pun, beliau juga mengalami fase duka ketika ditinggal oleh orang-orang tersayangnya secara berturut-turut yaitu istri dan pamannya. Berkaca dari kisah Rosul setelah mengalami fase duka, Allah berkahi penghiburan yg hingga kini kita kenal sebagai peristiwa isra' mi'raj ya kak.. Semoga dg kita memahami bahwa memang kondisi ini tidak mudah bagi kita, semakin menyadarkan posisi kita sbg hamba ya kak.. Dan dg berkaca pada kisah Rosul kita jd semakin dikuatkan lagi keyakinan kita bahwa Allah Maha Mengatur lagi Maha Pengasih Maha Penyayang. Meski kita tak pernah tau penghiburan, atau ganti Allah kapan akan sampai pada kita, namun semoga kita senantiasa Allah berkahi kesabaran dalam menghadapi fase kali ini dg sebaik-baik keyakinan terhadap rahmat Allah ya kak..


Menangis ketika kita sedih itu reaksi yg wajar dan boleh untuk dilakukan ya kak, Justru sebaiknya emosi yg tengah kita rasakan tidak dipendam dg cara mengizinkan diri merasakan dan mengekspresikan rasa sedih maupun emosi lainnya. Namun, menjadi mengganggu aktivitas keseharian kita jika datangnya tiba-tiba dan dimana saja ya kak, tanpa bisa kita kelola. Maka hal yg dapat kita usahakan selanjutnya ialah dg mengupayakan untuk mengelola bagaimana agar ekspresi perasaan kita tidak mengganggu fungsi keseharian kita. Bagaimana agar kita menyadari dan menerima perasaan kita apa adanya, tanpa tenggelam atau berlarut-larut di dalamnya, namun juga tidak menolak emosi yg hadir. Salah satu yg cara untuk menerima sekaligus mengelola perasaan kita ialah dengan latihan relaksasi napas dalam ya kak.


Latihan dapat secara efektif membantu kita dalam menerima dan mengelola emosi, ketika kita lakukan secara rutin ya kak, dapat dilakukan ketika pagi, sore, maupun malam saat menjelang tidur, atau kapanpun ketika kakak merasa tiba-tiba ingin menangis, selama kakak dapat melakukannya secara aman tanpa ada gangguan, kurang lebih selama 3-5 menit.


Latihan ini dapat kakak lakukan dg mengambil posisi duduk yg nyaman dg punggung tegak. Kakak dapat melakukannya dg duduk di kursi dan kaki menapak di lantai, atau duduk bersila, atau dg meluruskan kaki ya kak.

Perlahan letakkan tangan kiri di perut dan tangan kanan di dada ya kak, secara perlahan ambil napas dalam melalui hidung selama hitungan 1-4, tahan sejenak pada hitungan 5-6, dan keluarkan melalui mulut sambil membentuk kata "HA" selama hitungan 7-10, bisa diulangi sekali lagi tarik napas dalam, namun saat mengeluarkan napas melalui mulut sambil membentuk kata "Huu" atau seperti meniup.


Latihan ini bisa kakak ulang 2-3 kali penarikan napas dalam kemudian dilanjutkan dg menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Selama latihan rasakan gerakan naik turun dg tangan kiri ya kak, jika demikian maka kakak telah berhasil melakukan napas perut.

Lakukan latihan ini selama beberapa saat dg penuh kesadaran hingga tubuh dan perasaan kakak terasa lebih tenang ya kak. Pada latihan ini kita juga dapat belajar untuk hadir sebagai teman terbaik yg memahami dan menemani diri kita dg sikap penuh kasih sayang dan pengertian. Kita hadir menjadi teman baik bagi diri kita, sambil menunjukkan perhatian kita dg penuh kasih sayang, dan perlahan tanyakan apa yg saat ini sebenarnya diri sedang rasakan?

Apa yg sebenarnya saat ini sedang sangat diri butuhkan? Luangkan waktu untuk merasakan, mendengarkan, dan memahami apa yg sebenarnya ingin diri dengar untuk kakak.

Pada latihan ini pun kakak juga dapat menunjukkan perhatian dan kasih sayang kakak pada diri sendiri dg cara perlahan ucapkan kepada diri, Maaf ya diri, kamu harus melalui semua ini,

Diriku aku memaafkanmu.. Terima kasih telah bertahan sejauh ini, Aku sungguh menyayangimu, diriku.

Diri, mari kita melanjutkan perjalanan kita.. Latihan ini bertujuan untuk menguatkan kakak yg sedang menjalani fase sulit dan mengapresiasi telah bertahan sejauh ini..


Jika perasaan sedih dan duka yg kakak rasakan semakin mengganggu aktivitas keseharian kakak, atau jika dalam berlatih relaksasi napas dalam kakak merasa memerlukan bantuan atau pendampingan kakak boleh membuka diri untuk mendapatkan bantuan tenaga profesional seperti psikiater, psikolog, maupun konselor ya kak..


Terlepas dari segala usaha yg kita lakukan, satu hal terpenting yg perlu senantiasa lakukan ialah dg mememohon Allah ya kak.. Semoga Allah mampukan kita dan memberkahi kita dg penjagaan terbaikNya, sehingga apapun fase yg perlu kita lalui, tak membuat kita bermudah-mudah untuk berputus asa dari rahmat Allah ya kak.. Semoga Allah mampukan dan kuatkan kita melalui setiap fase yg perlu kita jalani ya kak, Selamat berproses dan Salam Hangat..


Pertama kali diunggah pada 2023-06-08T10:53:34.417Z

J'aime
Hamba Allah
Hamba Allah

Saya anak pertama perempuan yang sudah berusia 28 tahun. Tahun lalu saya gagal nikah karena saya lebih memilih mundur ketika calon tidak jujur kalau belum lulus sekolah. Tahun ini beberapa saudara yang dibawah saya sudah menikah dan lamaran. Saya merasa semakin tertekan. Saya mencoba untuk mengikuti kelas2 ta'aruf untuk menemukan seseorang yang saya harapkan. Saya ingin mendapatkan seseorang yang bisa ngemong saya dan mau belajar bersama. Tapi nyatanya selama ini yg mendekat adalah ikhwan yg masih banyak keraguan dan yang tidak suka belajar. Apakah saya harus menurunkan kriteria calon imam?


Pertanyaan oleh A***ah

Jawaban:


Dijawab oleh Nafisah, M.Psi., Psikolog


Bismillahirrahmanirrahim


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih sudah bertanya menggunakan Qalboo QnA. saya izin menjawab dan menanggapi pertanyaan dari kakak.


memang mencari calon pasangan suami bukanlah sesuatu yang mudah, karena menemukan calon yang baik dan cocok adalah kunci untuk pernikahan yang harmonis, sakinah dan mawadah. tidak salah jika ketika mencari calon pasangan kakak memiliki kriteria-kriteria tertentu untuk memastikan calon suami kakak adalah orang yang beriman dan cocok untuk kakak, karena ini semua demi masa depan pernikahan kakak. saya rasa selama keriteria-kriteria calon pasangan kakak masih masuk akal dan tidak berlebahan kakak tidak perlu menurunkan kriteria calon pasangan kakak. jangan sampai calon yang kakak pilih tidak sesuai dengan keinginan kakak dan pernikahan kakak nantinya menjadi tidak bahagia.


saran saya adalah kakak tidak usah terburu-buru menetukan calon pasangan kakak. insya-ALLAH jodoh kakak sudah ditentukan oleh allah subhanahu wa ta'ala. kakak bisa tetap mencoba melakukan ta'aruf supaya kakak bisa menemukan jodoh yang sesuai dengan kriteria yang kakak inginkan selama kriteria tersebut tidak berlebihan. pernikahan itu merupakan langkah yang besar di dalam kehidupan karena melalui pernikahan kita membangun sesuatu yang baru bersama dengan pasangan. tentu saja calon pasangan kakak adalah sesuatu yang penting dan tidak bisa asal pilih, kriteria-kriteria yang kakak milki dapat membantu kakak menemukan pasangan yang cocok dan baik untuk kakak.


sekian jawaban dan tanggapan dari saya, semoga jawaban dan tanggapan yang saya berikan bisa membantu kakak dalam menghadapi permasalahan kakak. jazakillah khairan


Pertama diunggah pada 2023-11-21T01:34:25.932Z

Modifié
J'aime

Assalamualalikum wr wb. Bagaima cara menyikapi desakan orang2 terdekat agar segera menikah tapi Allah belum pertemukan jodoh?. Mungkin teman2 ada yg senasib juga🙏


Pertanyaan oleh des****_***ah_230

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S,Pd


Bismillah, wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih sudah menghubungi kami melalui QalbooApp. Baik, masyaAllah, memang sebagai wanita mungkin sudah dipandang sosial sudah berada pada usia matang untuk pernikahan, akan mendapatkan pertanyaan dan perhatian lebih berkaitan dengan hal ini. Mungkin awalnya tidak terlalu kita ambil pusing, tapi karena intensitas dan frekuensi seringnya mendapatkan hal ini dari lingkungan sosial, menjadi hal yang dirasa kurang nyaman.


Baik, beberapa hal yang dapat kita lakukan diantaranya:


1. Kita sadari dan kuatkan lagi pemahaman di dalam diri kita bahwa jodoh hakekatnya adalah rejeki. Dan Allah SWT yang mengatur kapan datangnya rejeki tersebut, darimana datangnya rejeki tersebut dan dalam keadaan yang seperti, Wallahu'alan. Seperti rejeki pekerjaan, rejeki kesehatan, rejeki lainnya. Allah SWT yang mengendalikannya. Tugas kita adalah berikhtiyar sesuai dengan porsi kita sebagai wanita, dan sisanya kita serahkan kepada Allah SWT.


2. Tidak perlu risau dengan anggapan sosial atau standar masyarakat berkaitan dengan usia ideal pernikahan untuk perempuan. Tentu kita tidak boleh abai, dan tetap belajar mempersiapkan diri untuk ibadah mulia dengan durasi terpanjang tersebut. Tapi waktu Allah adalah yang terbaik. Tetap ikhtiar dan tawakal. Allah SWT tahu yang terbaik untuk kita. Tetap optimis Allah SWT berikan jodoh terbaik.


3. Lalu bagaimana cara menyikapi desakan atau pertanyaan demikian dari lingkungan sosial kita? Meski terasa tidak nyaman, mari kita berhusnudhzon kepada sesama, bahwa apa-apa yang mereka lakukan saat ini, berulang kali bertanya, dan terkesan seperti mendesak untuk segera menikah adalah bentuk perhatian. Mungkin mereka beranggapan bahwa menikah adalah ibadah sehingga lebih baik disegerakan, atau mereka memiliki persepsi tersendiri. Apa yang melatarbelakangi mereka bersikap demikian, kita tidak tahu. Wallahu'alam, itu urusan mereka dengan Allah SWT. yang pasti sikap dan ucapan yang keluar dari kita adalah baik.


Beberapa alternatif yang bisa kita ucapkan ketika mendapatkan pertanyaan/ "desakan", kita bisa mengucapkan. "mohon doanya ya om, tante", berikan senyuman. InsyaAllah, hal yang awalnya membuat kita tidak nyaman, jika kita balik menjadi tempat untuk memohon doa, semoga menjadi berkah kembali ke kita. Terlebih hal ini membuat hati kita bersih, tidak ada prasangka, tidak ada kesal, bersikap baik kepada sesama, dan ikhlas memohon doa.


Semoga berkah melimpah kepada kita dan pernikahan kita di masa depan. Mungkin sedikit jawaban ini dapat membantu kita merasa lebih tenang, nyaman dan tidak lemah menghadapi ucapan, pertanyaan atau "desakan" dari keluarga maupun lingkungan sosial kita. Semoga Allah mudahkan kita berproses dengan diri kita sendiri terlebih dahulu dan diwaktu yang tepat, Allah SWT berkahi kita dengan pasangan yang menjadi pemimpin, paham agama dan mempraktekkannya dengan sungguh-sungguh,, penyayang terhadap istri, tidak kasar, bertanggungjawab, saling meneduhkan hati, mata dan menentramkan jiwa satu sama lain, sebuah pernikahan yang Allah SWT ridhoi, Allahu amiin. Tetap semangat. Salam hangat. Barakallah fiikum.


Pertama kali diunggah pada 2023-04-11T12:56:46.944Z

J'aime
anonymous
anonymous

Bismillah assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi aku udah agak lama ngerasa anxiety karena takut dipoligami, bagaimana pun Islam tidak melarang hal tersebut dan aku punya pemikiran lebih baik bercerai dari pada dipoligami. Akan tetapi hukumnya haram meminta cerai tanpa alasan syar'i. Jadi aku sampai kepikiran dan bertanya-tanya, apakah sebaiknya aku menikah atau tidak usah sama menikah. Aku udh ada kepikiran untuk buat perjanjian pra nikah tidak boleh poligami, tapi tetap aja masih ada anxiety gitu, walaupun kadang2 Alhamdulillah hilang, tapi kadang2 muncul lagi. Gimana ya? Pertanyaan oleh shf_11

Jawaban:


Dijawab oleh Hanna Permata Hanifa, S.Pd


Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih kak sudah menghubungi kami melalui QalbooApp.


Merasa cemas takut dipoligami memang umum dirasakan terlebih kita dari kaum perempuan. Memang secara syar’i tidak dilarang bagi Laki-laki hingga beristri empat. Kita percaya pasti ada hikmah kebaikan dan kebijaksanaan Allah sehingga Allah mengijinkan sedemikian rupa.


Di sisi lain, sebagai perempuan, terkadang tidak semuanya merasa cukup legowo, rela atau ridho dan menjadi ujian tersendiri. Kita sadari bahwa ketidaklegowoan ini dilatarbelakangi oleh banyak hal, seperti persepsi atau masa lalu kita.


Tapi saya juga yakin, kakak pasti mengenal prinsip-prinsip seperti menikah adalah ibadah. Sunnah yang mulia. Melindungi dari berbagai kemungkinan dosa jika kita sendirian. Allah memberikan ketentraman melalui berpasangan/ dalam pernikahan (QS. Ar-Ruum: 21).


Terkadang kita memang dipenuhi pikiran negatif atas masa depan, sesuatu yang menakutkan, yang tidak kita inginkan, dan kita merasa bahwa kita tidak akan sanggup melaluinya. Hal ini membuat ketakutan dipoligami berkembang menjadi pemikiran “aku lebih baik cerai”, “padahal cerai tidak boleh jika bukan karena syari”, dan berkembang lagi menjadi “apa aku tidak usah menikah sama sekali”


Sedangkan kita dianjurkan untuk selalu ingat bahwa Allah menginginkan kebaikan & kemudahan untuk kita (QS. 2:185), Allah tidak akan uji lebih dari yang kita mampu (QS. 2:286), dan menikah ini adalah ibadah, alangkah lebih baik kita sambut dengan berpikiran positif pada Allah. Bahwa melalui ini Allah berkahi kita dengan ketentraman, murah rejeki, keturunan yang sholeh sholehah dan menjadi ladang pahala.


Atas masa depan, masa depan pernikahan kita, kita boleh sekali berdoa kepada Allah, untuk meminta dikabulkan apa-apa saja yang kita inginkan, seperti salah satu nama mulia Allah yaitu Al-Mujib, yang Maha Mengabulkan Doa. Berdoa supaya diberkahi suami yang penyayang dengan kita, lemah lembut, menghargai dan memuliakan kita. Kakak juga sangat bisa curhat dengan Allah ketidakinginkan kakak untuk dipoligami. Dan berdoa dihadiahi Allah suami yang mendengarkan dan mempertimbangan aspirasi kakak, sebagai istrinya nanti.


Kita percaya bahwa poligami adalah kebolehan. Dan sangat bisa menjadi hal yang tidak mudah bagi perempuan untuk menerimanya.


Kakak bisa mengkomunikasikan ini dengan calon suami kakak nanti. Bagaimana pandangan beliau terkait pernikahan, poligami, apakah ada keinginan, kemungkinan atau merasa tidak menutup kemungkinan untuk berpoligami. Kakak juga berhak menyampaikan pandangan kakak terkait poligami dan mengapa itu sesuatu yang sulit bagi kakak sebagai perempuan. Meski tetap kita akui hal tersebut dibolehkan secara syari.


Dengan komunikasi terbuka sebelum pernikahan, bisa menjembatani dua pemikiran, dan bisa menemukan jalan tengah dan mencegah permasalahan yang mungkin terjadi di masa depan. Jika memang calon suami ada keinginan poligami sedangkan kakak merasa tidak sanggup, bisa dipertimbangkan apakah akan dilanjutkan atau tidak.Jika tidak dilanjutkan, semoga Allah hadiahi pengganti yang lebih baik. Sebagaimana setiap yang bernyawa pasti telah Allah siapkan pula pasangannya (QS. Yasiin:36).


Jika dilihat, ada banyak pula laki-laki beragama baik atau rumah tangga - rumah tanga yang berdasarkan agama yang tidak poligami. Sehingga ini menjadi bukti yang melemahkan rasa cemas kita. Kecemasan kita saat ini mengalihkan perhatian dan waktu kita untuk bisa fokus pada kebaikan-kebaikan dan kemungkinan masa depan baik yang menunggu kita.


Dengan fokus pada kebaikan dan kemurahan hati Allah, dan menyerahkan semua urusan kita pada Allah, membantu kita merasa yakin, percaya diri, dan nyaman bahwa Allah akan hadiahkan kebaikan-kebaikan sebagaimana kita prasangka baik pada Allah pula.


Semoga dengan ini membantu kakak merasa lebih nyaman dan lebih berprasangka baik atas masa depan, terutama dalam hal pernikahan.


Terkait dengan rasa cemas yang kakak rasakan, kakak juga bisa melihat ke dalam diri kakak apakah ada aspek kehidupan lain yang juga membuat kakak merasa cemas. Jika ditemukan rasa cemas di aspek kehidupan lain, bisa menjadi pertimbangan untuk mengambil sesi konseling atau konsultasi dengan konselor & psikolog Qalboo untuk mengatasi kecemasan yang kakak rasakan.


Demikian jawaban singkat dari saya semoga bisa membantu ya kak. Sekali lagi, terimakasih. Semoga Allah selalu mudahkan urusan kita, lapangkan hati kita, limpahi kita keberkahan. Serta Allah teguhkan hati kita selalu di agama yang mulia ini, Aamiin


Pertama kali diunggah pada 2022-11-28T10:20:37.483Z

Modifié
J'aime

    Tentang

    Kumpulan tanya jawab dengan Psikolog dan Konselor Qalboo. Q...
    bottom of page