top of page

Tanya Jawab Expert

Publik·

Bismillah sy lg gerd dan axiety...sy sdh berobat ke dokter sebulan ini..namun sy selalu overthingking dan mencemaskan hal2 yg belum terjadi....dan klo ada yg bikin kaget atau mendengar hal2 yg miris jdi takut...skrg jadi takut makan krn takut gerdx kambuh....badan makin kurus..padahal dokter bilng gpp yg pting jng berlebihan dam di coba sedikit sj dulu .namun ttp sj takut ...ya krn kecemasan fan overthingking ini....tidur jg kurang kualitasnya...bgm caranya ya spy bisa berani dan tdk cemas berlebih mohon bantuannya


Pertanyaan oleh ast***_56

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh kak, Terima kasih telah bersedia berbagi bersama kami ya kak..


MasyaAllah.. Tabarakallah.. sangat tidak nyaman ya kak rasanya saat kondisi badan maupun mental sama-sama sedang terasa tidak baik-baik saja.. Laa ba'tsa thoghurun, insyaAllah.. Tak mengapa ya kak, semoga menjadi penggugur dosa-dosa kakak..


Memang kesehatan fisik sangat berkaitan erat dg kesehatan mental ya kak.. Sehingga memang kita perlu mengikhtiarkan keduanya secara bersamaan. Alhamdulillah kakak sudah mengambil langkah yg tepat ya kak, yaitu mengikhtiarkan kondisi kakak dg berkonsultasi kepada ahli, kakak sudah konsultasi kepada dokter terkait gerd yg dirasakan dan kakak pun mengupayakan menanyakan kondisi kesehatan mental kakak melalui QalbooApp MasyaAllah laa quwwata illa billah ya kak, semoga Allah mudahkan, lancarkan proses kedepannya..


Kesadaran kita dalam membuka diri untuk mencari bantuan ahli perlu diperkuat dg kerendahan hati bahwa kita memahami ya kak, beliau-beliay ini yg telah mempelajari ilmunya, sehingga ketika memberikan saran pun insyaAllah sudah berdasarkan pertimbangan dan data-data pendukung yg memang berdasarkan kasus-kasus sebelumnya yg beliau temui, cara itu sudah cukup aman dilakukan. Sehingga lagi-lagi dg kerendahan hati bahwa kita ini masih perlu belajar, kita boleh mengikuti saran ahli dg terus berprasangka baik kepada Allah ya kak..


Meskipun memang tetap yg bisa merasakan kondisi kita adalah diri kita ya kak.. Maka kita perlu berlatih untuk peka dg kondisi diri kita, salah satu ikhtiarnya ialah dg mengamati apa ya yg sebenarnya diri ini rasakan, apa yg sebenarnya diri ini sedang alami, apa yg sebenarnya diri kita ingin kita sampaikan memalui perasaan takut, dan cemas yg muncul ini? apa yg sebenarnya diri ini butuhkan sehingga memutar berulang-ulang isi pikiran, sehingga tidur kita kurang berkualitas, dan apa ya langkah terbaik yg saat ini, di sini, bisa kita usahakan?


Untuk belajar mengamati kondisi diri lebih baik, kita bisa mempelajari langkah dasarnya dulu ya kak, yaitu dengan mengamati napas kita. Nah, mengamati napas kitu dapat dilakukan dengan Relaksasi napas dalam Kegiatan ini dapat dilakukan dg cara ambil posisi nyaman, punggung tegak, bisa dilakukan dg duduk di kursi dan kaki menapak di lantai, atau duduk bersila, atau dg meluruskan kaki ya kak. Letakkan tangan kiri di perut dan tangan kanan di dada ya kak, secara perlahan ambil napas dalam melalui hidung selama hitungan 1-4, tahan sejenak pada hitungan 5-6, dan keluarkan melalui mulut sambil membentuk kata "HA" selama hitungan 7-10, bisa diulangi sekali lagi namun saat mengeluarkan napas melalui mulut sambil membentuk kata "Huu" atau seperti meniup. Latihan ini bisa kakak ulang 2-3 kali kemudian dilanjutkan dg menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. Selama latihan rasakan gerakan naik turun dg tangan kiri ya kak, jika demikian maka kakak telah berhasil melakukan napas perut. Latihan rileksasi ini juga dapat membantu kita saat perasaan takut atau cemas berlebih tiba-tiba hadir ya kak, Kakak bisa kemudian ambil jeda, dan mulai ambil napas panjang.


Biasanya saat kita melakukan latihan napas dalam tersebut, isi pikiran dan segala macam perasaan akan berebut meminta perhatian kita. It's okay ya kak, kakak bisa terus berlatih napas dalam dan menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengenali isi pikiran dan perasaan kakak. Kakak dapat menuliskan apapun isi pikiran yg muncul tanpa perlu dinilai atau dihakimi ya kak, dituliskan saja apapun pikiran yg muncul atau perasaan yg dirasakan Kita perlahan belajar menerima isi pikiran kita dan perasaan kita apa adanya ya kak, Untuk sementara kita letakkan dulu banyak kata "seharusnya" Jangan-jangan selama ini kita terlalu sering memutar-mutar isi pikiran di kepala karena kita lebih cenderung untuk memendam atau mengabaikan pikiran dan perasaan kita, sehingga mereka muncul dalam bentuk yg ekstrem. Di situasi ini sambil terus bernapas dalam ya kak, setiap merasakan hal-hal yg mungkin kurang nyaman. Jika sekiranya sudah cukup keluar semua isi pikiran atau perasaan kakak, mungkin sekitar 6 atau 10 menit. Perlahan dapat kakak tanyakan pada diri kakak, hal realistis apa ya yg paling mungkin terjadi diantara banyaknya skenario menakutkan yg mungkin terjadi itu? Kemudian apa ya yg saat ini dan di sini dapat diikhtiarkan atau paling mungkin dilakukan?


Latihan tersebut tujuan untuk membantu kita menyadari ya kak, apa yg sebenarnya berada dalam area yg dapat kita ikhtiarkan dan apa yg sebenarnya perlu kita ikhtiarkan dg menyerahkan kepada Allah Yang Maha Kuasa. jangan-jangan selama ini kita merasa terlalu takut atau cemas berlebihan karena ingin memastikan beada dalam kendali kita. Sebagai seorang muslim tentu kita paham ya kak bahwa sejatinya kita hanyalah hamba yg penuh dg keterbatasan dan kelemahan. Oleh karena itu, untuk hal-hal yg berada di luar jangkauan yg bisa kita ikhtiarkan, kita kembalikan kepada Allah Yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu ya kak.. yang bahkan menggenggam erat hati kita, oleh karenanya terlepas dari segala ikhtiar yg kita usahakan, maka kita juga perlu untuk senantiasa memohon pertolongan Allah ya kak.. Semoga Allah berikan perlindungan terbaiknya untuk kita dalam menghadapi setiap proses yg dilalui, Semoga Allah mampukan kita untuk setiap jatah perjalanan yg memang perlu kita jalani sebaik semampu kita.


Karena perjalanan ini panjang ya kak, seumur hidup, maka kita tak perlu memburu untuk segera selesai ya kak, yang perlu kita usahakan ialah mencoba untuk menikmati satu persatu prosesnya dg berikhtiar sebaik mungkin agar dapat melaluinya meski kadang terasa sangat tidak nyaman sebagai bentuk ketaatan kita menjalani ketentuan Allah ya kak..


Selamat berproses ya kak, jika dalam prosesnya atau selama berlatih kakak merasa memerlukan pendampingan atau saat kakak telah mencoba untuk berlatuh masih merasa belum membaik, atau justru memburuk sehingga mengganggu aktivitas harian kakak, Kakak boleh membuka diri untuk mencari bantuan profesional seperti psikiater, psikolog, maupun konselor ya kak.. Barakallahu fiikum, Semoga membantu ya kak.. Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-04-11T10:14:28.554Z

Suka

Kemaren saat puasa, Alhamdulillah oke2 aja mba, tapi Qadarullah ketika lagi enak2nya puasa, lalu haid.. Akhirnya drop parah sampai sakit ketika haid, mood hancur parah juga.. Gerd pun kambuh hingga jadi demam.. Sebenarnya adaptasi yg baik dari puasa ke haid saat Ramadhan itu biar gak drop pas haid, seperti apa ya mba?


Pertanyaan oleh re**_re***__569

Jawaban:


Dijawab oleh Rizki Setyasri, M.Psi., Psikolog


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh Kak Resi, terima kasih ya sudah berbagi bersama kami..


MasyaAllah.. memang ya tantangannya muslimah di Bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya pun, soal datang bulan ini ya kak.. MasyaAllah.. Tabarakallah.. Laa ba'tsa thoghurun, insyAllah ya kak.. semoga sakitnya saat haid yg juga mengundang sakit-sakit yg lain, menggugurkan dosa-dosa kak Resi di bulan penuh ampunan ini ya kak.. Aamiin..


Haid memang fenomena tubuh yg masyaAllah, luar biasa sekali sebenarnya ya kak, Bisa dibilang sebenarnya selama haid, tubuh kita sedang mengalami pendarahan. Jika pendarahan tersebut, terjadi pada bagian tubuh kita lainnya, misalnya kepala begitu ya kak, efek sampingnya Laa quwwata illa billah ya kak, mungkin bisa sangat berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, wajar sekali saat kita haid, kondisi badan kita pun menurun ya kak.. Karena ketika haid pun, imunitas kita juga menurun, begitu pertahanan diri tubuh kita menurun, maka tubuh menjadi lebih rentan, sehingga yg semula baik-baik saja, oke-oke aja gitu ya, menjadi sesuatu yg berat bagi tubuh, maka muncullah gerd atau demam..


Haid pun berkaitan erat dg perubahan hormon ya kak, dimana hormon sangat berkaitan dg kondisi emosi kita. Sehingga saat haid, kondisi emosi kita pun juga naik turun, bergejolak ya kak.. Semoga dg menyadari memang begitulah adanya dinamika emosi wanita yg sedang haid, dapat membantu kita untuk menerima kondisi emosi kita apa adanya ya kak.. Sehingga tak perlu memburu untuk segera baik-baik saja, tak perlu menghakimi kenapa aku tidak baik-baik saja.


Alhamdulillah 'ala kulli khal ya kak.. Bisa jd Gerd dan demam yg kali ini Allah titipkan pada kita pun sebenarnya berperan sbg alarm, pengingat untuk diri kita. Oh, iya ya, mungkin ini saatnya kita perlu menata lagi pola makannya, oh perlu diperhatikan lagi ya asupan makannya, mana yg dibutuhkan badan, mana yg baik, dan mana yg sebenarnya sebaiknya dikurangi tapi masih sering kita konsumsi karena kita suka aja. Begitu juga dg demam ya kak Resi, bisa jd selama ini kita merasa oke-oke saja, bukan beneran oke, tapi mengabaikan rasa lelah, sehingga sebenarnya badan kurang mendapatkan haknya untuk beristirahat secara cukup.


Nah, kemudian bagaimana agar tidak drop ketika haid di Bulan Ramadhan beserta tips sehat 10 hari terakhir Ramadhan? Saya rangkum jadi satu di sini ya kak, bismillah..


Ketika pola makan dan pola tidur kita berubah, kak Resi, maka hal tersebut pun secara otomatis akan mempengaruhi ritme tubuh kita, atau yg kak Resi sebut sbg body clock. MasyaAllah, laa quwwata illa billah ya kak Resi, tubuh manusia diciptakan sebegitu sempurnanya, sehingga perubahan tersebut dapat diadaptasi dg sedemikian pula. Perubahan ritme tubuh yg menyesuaikan secara sistematis juga mempengaruhi perubahan pola makan dan jam tidur kita. Kalau Kak Resi amati, jam lapar kita dan jam mengantuk kita selama bulan Ramadhan, sedikit berbeda ya kak dg bulan-bulan lainnya.


Dalam melakukan penyesuaian, tentunya memerlukan waktu atau energi ekstra untuk mempersiapkannya ya kak.. Oleh karena para Sahabat dan orang sholih terdahulu sudah rutin berlatih berpuasa bahkan sejak bulan Sya'ban ya kak, hal tersebut untuk membantu tubuh kita warming up agar tidak berubah mendadak secara ekstrim.


Nah, jika saat ini Kak Resi masih haid, sedang diberi kesempatan untuk menjeda oleh Allah, maka inilah momentum untuk mempersiapkan dg sebaik-baiknya dalam menyambut 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Di momen inilah Kak Resi dapat memulihkan atau mengembalikan stamina tubuh melalui makan teratur dan istirahat yg cukup. Kak Resi dapat mulai memperhatikan lagi asupan makanan dg gizi seimbang yg tubuh kak Resi butuhkan. Misalnya dg memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi gula, garam, dan makanan yg berminyak atau berlemak.


Kak Resi jg bisa mulai memperhatikan lagi konsumsi air putih selama bulan Ramadhan ini dg jumlah yg cukup sesuai kebutuhan badan, kadang kita tergiur dg banyaknya pilihan minuman manis lainnya ya kak sehingga asupa air putih yg dibutuhkan badan berkurang. Sebisa mungkin kurangi atau hindari konsumsi kafein, hal ini agar dapat membantu kita istirahat dg baik, sebab kafein berkaitan erat dg gerd dan jam tidur yg lebih larut ya kak..


Kemudian sempatkan untuk melakukan aktivitas fisik yg ringan hingga sedang. Hal ini bertujuan untuk membantu badan rileks namun tidak terlalu menguras energi badan ya kak, misalnya dg jalan santai 30 menit, senam 15 menit, atau yoga dan rileksasi 30 menit. Hal selanjutnya yg dapat dilakukan adalah mengelola dan memilah aktivitas yg benar-benar diperlukan. Aktivitas-akitivas lainnya yg sekiranya dapat didelegasikan atau ditunda terlebih dahulu, bisa kita tangguhkan agar kita dapat fokus dalam beribadah ya kak.


Hal yg juga tak kalah penting untuk diperhatikan ialah istirahat yg cukup ya Kak Resi. Biar bagaimanapun badan juga memiliki haknya untuk rehat sejenak. Jika memang saat 10 hari terakhir Ramadhan nanti durasi jam tidur akan dikurangi, maka kita perlu meningkatkan kualitasnya ya kak, agar tetap dapat istirahat secara optimal. Lakukan hal-hal yg dapat membantu badan rileks atau tenang sehingga dapat tidur secara maksimal dalam durasi yg singkat. Rutinitas tersebut salah satunya mungkin dg konsumsi air hangat, memastikan badan tidak kedinginan dg menggunakan pakaian hangat, sbg ikhtiar agar badan tidak terkena flu atau demam saat i'tikaf.


Memang kita perlu mengikhtiarkan semaksimal mungkin yg bisa kita lakukan ya Kak Resi, namun juga perlu diperhatikan agar kita tidak kemudian memaksakan diri, Jika memang saatnya badan perlu istirahat, maka istirahat dg niatan agar dapat beribadah dg lebih baik pun, insyaAllah jg bernilai ibadah ya Kak.. Kak Resi juga boleh mengonsumsi vitamin atau suplemen jika diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sesuai dg kebutuhan tubuh ya kak..


Terlepas dari segala macam ikhtiar yg kita usahakan, yang paling utama tetaplah senantiasa kita memohon pertolongan dari Allah ya kak.. Karena kesahatan pun kemudahan dalam ibadah yg kita lakukan juga merupakan rahmat dr Allah..


Semoga Allah mudahkan dan rahmati ikhtiar kita memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan ya Kak Resi.. Semoga membantu dan Semangat Sehat kak, Salam Hangat.


Pertama kali diunggah pada 2023-04-07T04:02:23.289Z

Suka

    Tentang

    Kumpulan tanya jawab dengan Psikolog dan Konselor Qalboo. Q...
    bottom of page